Forgot Password Register

Headlines

Kasus Century: Keluarga Budi Mulya Serahkan Surat Permohonan JC ke KPK

Kasus Century: Keluarga Budi Mulya Serahkan Surat Permohonan JC ke KPK Istri dan anak Budi Mulya saat menyambangi KPK (Foto:Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Terpidana korupsi bank Century, Budi Mulya, mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama kepada KPK. Surat permohonan itu disampaikan melalui istrinya, Anne Mulya, dan anak sulungnya, Nadia Mulya.

Surat permohonan JC tersebut juga dilengkapi dengan materi terkait perkara korupsi bank Century yang dituturkan Budi Mulya.

"Sebenarnya banyak materi yang sudah disampaikan. Tapi mungkin karena konteksnya berbeda, situasinya berbeda mungkin apa yang diberikan ini bisa memberikan impact yang berbeda juga," kata Nadia di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Kasus Century: KPK Telah Periksa Budi Mulya di Lapas Sukamiskin

Namun Nadia enggan menjabarkan terkait isi materi tersebut. Ia berharap dengan bantuan dari ayahnya itu bisa membantu KPK untuk mempercepat penyelesaian kasus Century. Nadia juga merasa KPK saat ini semakin berani untuk mengungkap perkara itu. 

"Untuk masalah substansi mohon maaf saya tidak bisa menyampaikan. Karena ini sudah menjadi milik KPK juga. Akan kami serahkan. Semoga ini bisa menjadi bukti bahwa bapak saya benar-benar ingin membantu sampai kasus ini bisa diselesaikan," ucapnya.

Diketahui salah satu syarat pelaku mengajukan JC yakni harus membantu KPK dalam membongkar keterlibatan pihak lain. Terkait hal itu, Nadia menyatakan keluarganya menyerahkan seluruhnya kepada KPK.

"Posisi saya benar-benar sebagai seorang putri yang ingin bapak saya mendapat keadilan. Terkait siapa pelaku utama, saya yakin KPK sudah mendalami dan semoga dengan ini bisa menjadi dorongan KPK bisa melanjutkan ke babak yang lebih pasti lagi," ucapnya.

Baca juga: KPK Sebut Kasus Bank Century Alami Kemajuan

Dalam kasusnya, Budi Mulya telah dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun oleh Mahkamah Agung pada April 2015. Mantan Deputi Gubernur senior Bank Indonesia itu dihukum lantaran terbukti melakukan korupsi pada proses pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Mahkamah Agung menilai Bank Century merupakan bank yang sudah ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik dan diserahkan kepada Lembaga Penjamin Simpanan pada 21 November 2008. Namun Budi dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia justru memberikan bantuan dana, berupa FPJP, kepada bank tersebut.

MA menilai tindakan pemberian FPJP itu telah merugikan keuangan negara hingga Rp8 triliun.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More