Pantau Flash
Vettel Akui Mercedes Begitu Sempurna Musim Ini
MPR Pastikan Megawati dan SBY Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
KontraS Nilai Hukuman Mati Sudah Tak Relevan di Indonesia
Anies Baswedan Klaim Rumah DP Rp0 Laris Manis
Dibenamkan Vietnam 1-3, Suporter Indonesia Lakukan Unjuk Rasa

Kasus Gaji Karyawan Buat Saham Domino's Pizza Anjlok

Kasus Gaji Karyawan Buat Saham Domino's Pizza Anjlok Seorang pekerja membawa pizza untuk pengiriman (Foto: Reuters/David Gray)

Pantau.com - Domino's Pizza Enterprises Australia dihantam gugatan class action kekurangan membayar gaji karyawan. Karena kasus ini sahamnya turun lebih dari 6 persen ke level terendah selama empat tahun. Hari ini saham Domino's Pizza turun nyaris 2 persen yakni 274,37 dolar AS (Rp3,8 juta lebih) per saham.

Gugatan itu, diajukan oleh firma hukum Phi Finney McDonald di Pengadilan Federal Australia, menuduh bahwa Domino menipu pemegang waralaba dengan memberi tahu mereka untuk tidak membayar supir pengiriman dan upah pekerja di toko sesuai standar industri.

Menurut Australian Fair Work Commission, karyawan makanan cepat saji berhak atas upah mingguan minimum AUD813,60 (USD565,86 atau Rp7,9 juta lebih).

Gugatan itu diajukan atas nama karyawan Australia yang dipekerjakan sebagai supir pengiriman atau pekerja di dalam toko antara 24 Juni 2013 dan 24 Januari 2018, kata Phi Finney McDonald.

Baca juga: Gara-gara Perang Dagang, Pabrik di China Tergiur Ajakan Hengkang

Klaim tersebut menuduh bahwa manfaat yang diamanatkan di bawah Fast Food Industry Award 2010 seperti pemuatan kasual, biaya perjalanan, tarif penalti, shift mininum tiga jam dan tunjangan binatu di antara yang lainnya secara sistematis dihindari oleh Domino.

"Pekerja Domino seharusnya dibayar berdasarkan Penghargaan, tetapi ternyata tidak. Wajar jika Domino membayar kepada karyawan apa yang menjadi kewajiban mereka," kata Brett Spiegel, pengacara utama di Phi Finney McDonald, kepada AFP.

Dilansir Reuters, firma hukum itu menambahkan, kesalahan itu terungkap melalui penyelidikan yang dipelopori oleh Serikat Pekerja Ritel dan Makanan Cepat Saji (RAFFWU).

Baca juga: Trump Jangan Senang Dulu, IMF Sebutkan Dampak Perang Dagang Buat AS

"Beberapa pekerja berhutang puluhan ribu dolar. Tidak ada salahnya memalukan," kata sekretaris RAFFWU Josh Cullinan, seperti dikutip dalam pernyataan firma hukum.

Seorang juru bicara Domino's Pizza Enterprises, yang merupakan pemegang waralaba terbesar dari merek Pizza Domino di luar Amerika Serikat, tidak segera menanggapi permintaan komentar.Ini membukukan penurunan 9,2 persen dalam laba bersih semester pertama pada bulan Februari.

Perusahaan juga mengatakan pihaknya memperkirakan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) untuk tahun fiskal 2019 berada pada batas bawah kisaran panduannya dari AUD227 juta hingga AUD247 juta.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: