Forgot Password Register

Kasus Pemerasan Oknum Pajak Mencuat, Sri Mulyani Buka Suara

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara/Wahyu Putro A) Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta jajarannya mengidentifikasi oknum pegawai pajak yang melakukan pelanggaran etika dan tata kelola dengan memeras wajib pajak.

Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018), Sri Mulyani mengatakan, identifikasi tersebut bertujuan untuk mengungkap apakah oknum pelaku melakukan pelanggaran secara individual atau sistemik.

"Identifikasi apakah ini dilakukan secara personal atau secara sistem ada yang mendukungnya. Kalau memang ada yang mendukung, harus dilakukan perbaikan keseluruhan termasuk melakukan tindakan tegas sesuai UU ASN," kata dia.

Baca juga: OJK Ungkap Skandal Kredit Ilegal Senilai Rp24,225 M di BPR KS Bali Agung Sedana

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa upaya tersebut penting untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa reformasi perpajakan harus bisa mengenali mereka yang masih memiliki tingkah laku melanggar etika dan tata kelola.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu telah meminta kepada Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk menindak tegas staf perpajakan yang ditengarai korupsi.

"Saya minta supaya dilakukan tindakan yang sangat tegas dan juga dilakukan pemeriksaan apakah ini masalah sistemik dari kantor tersebut atau dilakukan secara individual," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Polda Kepulauan Bangka Belitung menangkap tangan RA, oknum pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka yang melakukan tindak pidana pemerasan terhadap wajib pajak. Tersangka diamankan petugas Polda setelah menerima uang sebesar Rp50 juta dari wajib pajak dengan iming-iming adanya penundaan pembayaran pajak yang dikenakan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More