Pantau Flash
5 WNI Diculik Kelompok Bertopeng di Perairan Malaysia
Pantai Timur Australia Banjir Disertai Badai Petir
Tinggalkan Man United, Ashley Young Resmi Perkuat Inter Milan
Pemerintah Pastikan Omnibus Law Tidak Akan Berdampak Upah Minimum Berkurang
Indonesia Kirim Lima Wakil ke Semifinal Indonesia Master 2020

Kata BI, Faktor Ini yang Membuat Rupiah Menguat di Akhir Tahun 2019

Headline
Kata BI, Faktor Ini yang Membuat Rupiah Menguat di Akhir Tahun 2019

Pantau.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, menyebutkan faktor non musiman membantu rupiah menguat pada awal Desember yang biasanya rupiah justru melemah karena meningkatnya permintaan valas.

"Kondisi fundamental sebenarnya ada peningkatan permintaan valas di akhir tahun. Sekarang ada faktor non musiman yang lebih dominan," ujar Dody.

Baca juga: Bank Indonesia: Warning Jokowi Soal Game of Thrones Jadi Kenyataan

Menurut Dody, sentimen global memengaruhi kondisi nilai tukar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, terutama terkait perang dagang AS-China.

"Tekanan perang dagang posisinya beresiko sehingga membantu penguatan di emerging. Jadi sangat tergantung pada sisi global," kata Dody.

Kendati demikian, Dody menolak untuk memproyeksikan posisi rupiah pada akhir tahun ini dan menyebutkan nilai tukar akan sangat dipengaruhi dinamika di global serta faktor musiman yaitu meningkatnya permintaan dolar di akhir tahun. "Mudah-mudahan bisa terus di bawah 14 ribu. Kita lihat saja," papar Dody.

Dalam sepekan terakhir rupiah mengalami tren penguatan. Bahkan pada Selasa ini rupiah sempat menembus di bawah Rp14.000 per dolar AS, namun akhirnya ditutup melemah ke level Rp14.020 per dolar AS.

Baca juga: Defisit Anggaran Masih dalam Batas Perundang-undangan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: