Forgot Password Register

Kata Keluarga Soal Lamanya Proses Identifikasi Jasad Bayu Korban Bom Surabaya

Suasana rumah duka (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Suasana rumah duka (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Teguh (33), adik Aloysius Bayu Rendra, korban tewas bom gereja di Surabaya menjelaskan alasan keluarganya belum mengambil jasad Bayu hingga kini. 

"Kami tidak kecewa karena memang masih dikerjakan (proses identifikasi)," ujar Teguh kepada Pantau.com saat disambangi di rumah orangtua Bayu, di Jalan Gubeng Kertajaya, No 15 A, Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Pantau Foto: Puluhan Kendaraan Terdampak Bom Surabaya Nyaris Tak Berbentuk

Menurut Teguh, pihak keluarga rutin menanyakan perkembangannya kepada petugas identifikasi atau Disaster Victim Identification (DVI), meski selalu mendapat jawaban yang sama.

"Untuk belum mengambil atau meminta jujur aja di tiap harinya kami selalu menghubungi pihak DVI untuk menanyakan sampai sejauh mana prosesnya, untuk jawabannya sama," kata Teguh.

Teguh adik Bayu (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Meski terbilang sudah cukup lama yakni empat hari proses identifikasi, Teguh mengaku keluarga menghormati kinerja dan usaha kepolisian dalam menyatukan tubuh kakaknya.

"Kami sangat menghormati setiap prosesnya, karena memang Pak Jokowi minta bahwa proses setiap korban itu dilakukan dengan hati-hati dan tanggung jawab juga," katanya.

"Meskipun ada pihak kami yang menannyakan kenapa lama, tapi intinya secara keseluruhan keluarga kami menghormati setiap prosesnya, tidak apa-apa," sambungnya.

Baca juga: Kronologi Ledakan Bom di Polrestabes Surabaya

Dalam kesempatan itu, Teguh juga menegaskan pihak keluarga tidak akan menekan aparat atau memberikan batas waktu khusus untuk menyelesaikan tugasnya, karena pihaknya amat memahami kondisi kakaknya yang saat kejadian berada di posisi paling dekat dengan sumber ledakan.

"Jadi memang, kami ingin prosesnya itu berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada paksaan dari kami untuk cepat selesai," katanya. 

Bayu merupakan salah satu korban tewas yang dijuluki sebagai pahlawan yang berani menghadang bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela agar meminimalisir jatuhnya banyak korban.

Bayu saat itu merupakan relawan kemanan pihak Gereja, yang selalu datang setiap Sabtu dan Minggu untuk membantu mengurus kegiatan gereja.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More