Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Kata Moeldoko Ini Kriteria Pencari Kerja yang Bisa Kantongi Kartu Pra-Kerja

Kata Moeldoko Ini Kriteria Pencari Kerja yang Bisa Kantongi Kartu Pra-Kerja Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: Antara/Agus Salim)

Pantau.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Kartu Pra Kerja akan menjadi medium untuk penyaluran insentif dari pemerintah sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu yang dapat digunakan masyarakat saat mencari kerja dan sudah mengikuti pelatihan.

Usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Moeldoko mengatakan tahapan proses pendaftaran peserta Kartu Pra-Kerja, proses pencarian sarana pelatihan, hingga pemberian insentif akan melibatkan perusahaan penyedia layanan jasa digital seperti Go-Jek, Tokopedia, ataupun Bukalapak.

Besaran insentif dari Kartu Pra Kerja itu belum ditentukan pemerintah, namun antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per orang selama proses pencarian kerja.

"Jadi calon peserta mendaftar melalui aplikasi. Nanti di aplikasi itu ada pertanyaan yang perlu dijawab, dan di aplikasi itu juga ada pencarian untuk tempat pelatihan. Nanti setelah selesai, peserta bisa memilih untuk membuat usaha atau mencari pekerjaan. Saat sedang mencari pekerjaan itu mereka akan diberikan insentif sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu hingga mendapat pekerjaan," ujar dia.

Baca juga: PM Australia Desak China Stop Berlaga Jadi Negara Berkembang

Insentif itu akan dihentikan jika peserta Kartu Pra Kerja sudah mendapatkan pekerjaan. Nanti seluruh tahapan dari awal hingga akhir program Kartu Pra Kerja itu akan dikelola oleh program management officer (PMO).

Hingga saat ini, kata Moeldoko, pemerintah masih menyelesaikan  syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon peserta jika ingin menjadi partisipan program Kartu Pra Kerja. Setiap tahun, pemerintah mengucurkan dua juta Kartu Pra Kerja yang akan dimulai pada Januari 2020, dengan rincian 1,5 juta peserta melalui kanal digital dan 500 ribu peserta melalui kanal reguler.

"Total anggarannya sudah masuk di RAPBN 2020," ujar Mantan Panglima TNI tersebut.

Baca juga: Jadi Ibu Kota Baru, China dan Rusia 'Gercep' Mau Investasi di Kaltim

Jika calon peserta kartu Pra Kerja sudah mendaftar dan diterima, peserta tersebut akan mengikuti pelatihan sesuai pekerjaan yang diminati. Meskipun demikian, penyerapan peserta Program Kartu Pra Kerja ke lapangan kerja juga tergantung pada kebutuhan industri.

"Harapannya setelah kursus itu mereka mendapat pekerjaan atau mereka membuat usaha. Saat mencari kerja itu mereka akan diberikan insentif untuk misalnya kebutuhan transportasi dan lainnya dengan jangka waktu tiga bulan," ujarnya.

Tidak ada Komisi

Moeldoko mengatakan perusahaan platform digital yang digandeng pemerintah tersebut tidak meminta komisi (fee) untuk membantu program Pra Kerja.

"Dari pembicaraan pada rapat sebelumnya, platform itu tidak akan mengambil keuntungan," ujarnya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: