Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

Kata Pengusaha Soal Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Kata Pengusaha Soal Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Panel surya (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Beberapa pelaku di dunia usaha di Tanah Air merasakan manfaat dari penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) karena bersifat efisien dan andal.

"Untuk menerapkan PLTS di tempat kami. Setelah kita pelajari memang cukup baik, cukup andal terutama efisien sehingga kita putuskan untuk kita terapkan di proyek ini meskipun skalanya masih kecil," kata Direktur PT Ciputra Property Tbk Sugwantono Tanto dalam diskusi manfaat tenaga surya menurut pengusaha Indonesia yang bertemakan Atapku Sudah, Atapmu?, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Ia mengatakan untuk penggunaan PLTS, pihaknya selalu menjadikan poin keandalan dan efisiensi sebagai bahan pertimbangan. Dia mengharapkan dengan penggunaan PLTS di satu gedung, maka gedung tersebut akan dapat beroperasional andal dan baik serta biaya murah.

Baca juga: Lahan Bekas Tambang Timah Ini Disulap Jadi Taman Rekreasi dan PLTS

Ia mengatakan pemasangan solar panel di Tokopedia, Ciputra World 2 Jakarta telah berlangsung dengan baik dan tanpa gangguan dalam sistem operasional. Modul PLTS atap yang dipasang adalah sebesar 13,4 kWp atau setara dengan jumlah daya listrik bagi 342 rumah di Indonesia.

"Kita sudah beroperasi hampir setahun selama ini tidak pernah ada masalah lancar semua baik," ujarnya.

Sekarang pihaknya sedang menjajaki untuk menerapkan PLTS atap di beberapa mal yang dimungkinkan untuk dipasang panel surya. "Kita berharap developer lain turut berpartisipasi mendukung Indonesia mengurangi karbondioksida ke udara dengan menerapkan PLTS atap," ujarnya.

Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan dengan memasang PLTS atap maka pihaknya mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap. Nuraini menuturkan penggunaan PLTS juga berkontribusi untuk menekan emisi karbondioksida.

"Pastinya kita melihat efisiensi (menggunakan PLTS atap) dan kita juga melakukan sesuatu untuk lingkungan," ujarnya.

Eka Himawan, yang merupakan founder Xurya, startup lokal penyedia jasa pembangunan PLTS atap, mengatakan pemakaian PLTS masih belum meluas padahal potensinya besar di Indonesia. Kalangan dunia usaha juga masih belum banyak menggunakan PLTS atap, sehingga perlu percepatan karena PLTS menjadi sumber energi alternatif menghasilkan listrik untuk menggantikan energi fosil yang lambat laun akan habis.

Penggunaan sistem PLTS atap di kalangan usaha berpotensi untuk menurunkan emisi gas buang karbondioksida. Menurut Data Inventory Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energi yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2016, emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh sektor industri dan komersial sebesar 36 persen.

Xurya dapat melakukan pemasangan PLTS atap dalam waktu sekitar 1-2 hari. Panel surya disambung dengan kabel ke inverter. Inverter berfungsi untuk menyesuaikan listrik yang dihasilkan panel-panel surya seperti listrik yang dipakai dari PLN. Modul panel surya tersebut kemudian dipasang di atas atap dengan mounting. Mounting, modul dan inverter jadi satu rangkaian PLTS. 

Baca juga: Bantargebang Bekasi Akhirnya Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Panel surya hanya bisa menghasilkan listrik pada saat ada cahaya matahari. Saat mendung, panel surya tetap bekerja saat menerima cahaya matahari yang diselingi bayang-bayang, meski tidak seoptimal jika menerima cahaya matahari pada saat cuaca cerah.

Panel surya tersebut bisa tahan sekitar 25 tahun atau lebih dengan pemeliharaan yang tepat. Panel surya tersebut tahan dengan hujan es. Sementara, untuk membersihkan modul atau panel surya cukup mudah, hanya disiram dengan air untuk menghilangkan debu.

Biaya sekitar Rp14 juta dibutuhkan untuk pemasangan PLTS dengan 1 Kilowatt per peak listrik yang dihasilkan. Satu rumah atau satu ruko kira-kira membutuhkan sekitar 10 Kilowatt per peak. Namun, biaya pemasangan juga dapat bertambah tergantung pada kualitas komponen dan kebutuhan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: