Pantau Flash
Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei
Ada Aksi Protes Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya, Manokwari Lumpuh
Produk Indonesia Curi Perhatian di Pameran NY NOW 2019
Fakhri Husaini Evaluasi 2 Hal Usai Timnas Dikalahkan Malaysia di Semifinal
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi

Kata Sri Mulyani Soal 3 Aspek Penting Agar Indonesia 'Naik Kelas'

Headline
Kata Sri Mulyani Soal 3 Aspek Penting Agar Indonesia 'Naik Kelas' Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Indonesia masih harus bekerja keras untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi. Salah satunya dengan memperbaiki tiga aspek penting, yakni kualitas institusi, sumber daya manusia, dan infrastruktur.

"Saya lama bekerja di Bank Dunia, saya perhatikan negara-negara yang maju itu pasti memiliki tiga aspek ini yang paling penting, yakni institusi, human capital dan juga infrastruktur," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Untuk mencapai negara berpenghasilan tinggi, lanjutnya, Indonesia tidak akan bisa lepas dari upaya-upaya yang menunjang produktivitas.

Maka dari itu, tiga hal, yakni kualitas institusi, sumber daya manusia, dan infrastruktur menjadi aspek pembangunan yang terpenting. "Infrastruktur adalah salah satu persyaratan. Negara yang memiliki infrastruktur baik itu punya kans untuk maju menjadi negara dengan berpenghasilan tinggi," ujar dia.

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

Selain infrastruktur, Menkeu juga menyoroti mental dan kualitas pelayanan birokrasi dari institusi pemerintahan dan swasta. Hal ini juga termasuk sebagai faktor kunci untuk meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi dunia terhadap Indonesia.

Untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, kata dia, institusi pemerintahan harus menawarkan birokrasi yang efisien dan kompeten.

Sri Mulyani mengingatkan kepada jajaran pegawai Kementerian Perdagangan untuk bisa membangun birokrasi yang sesuai dengan upaya untuk menuju negara berpenghasilan tinggi.

"Negara yang masuk jebakan negara berpenghasilan menengah itu adalah birokrasi yang menjadi penghalang bagi negaranya sendiri," kata dia.

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Di aspek pengembangan ketiga adalah kualitas sumber daya manusia. Saat ini, kata dia, pemerintah mengendapankan pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM). Pemerintah juga menawarkan insentif pajak bagi industri yang memprioritaskan pengembangan SDM.

"Misalnya super deduction tax dan double deduction untuk perusahaan yang melakukan pelatihan. Jadi, mereka berpartisipasi untuk ciptakan tenaga kerja yang berkemampuan," ujar dia.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, rata-rata pendapatan orang Indonesia atau per kapita per tahun mencapai 3.972 dolar AS atau sekitar Rp56 juta pada 2018.

Angka tersebut termasuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah ke atas. Untuk menjadi negara berpendapatan tinggi, pendapatan per kapita Indonesia harus di atas 12.055 dolar AS per tahun.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: