Forgot Password Register

Kecelakaan Pesawat Terparah di Kuba, 111 Orang Meregang Nyawa

Kecelakaan Pesawat Terparah di Kuba, 111 Orang Meregang Nyawa Kecelakaan pesawat di Kuba. (Foto: Reuters/Alexandre Meneghini)

Pantau.com - Jumlah korban tewas kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah Kuba menjadi 111 orang, Selasa (22/5/2018). Sementara Meksiko menangguhkan kegiatan perusahaan yang telah menyewakan Boeing 737 berusia 39 tahun ke maskapai utama Kuba.

Grettel Landrove, seorang mahasiswi Kuba berusia 23 tahun yang gemar menari flamenco, meninggal di sebuah rumah sakit Havana akibat luka traumatik berat.

Dua wanita Kuba masih tetap dalam kondisi kritis karena luka bakar dan trauma lainnya, dengan risiko komplikasi yang tinggi, menurut laporan media. Kemajuan kesehatan mereka sedang diikuti oleh banyak orang Kuba melalui pembaruan kabar dari rumah sakit.

Pesawat itu terjatuh tak lama setelah tinggal landas pada penerbangan domestik dari Havana ke kota timur Holguin pada Jumat dalam salah satu bencana udara terburuk di Kuba.

Baca juga: Duh, AS Bakal Berikan Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah Terhadap Iran

Kecelakaan itu telah menewaskan 100 orang Kuba, 7 orang Meksiko, dua orang Argentina serta dua orang Sahrawi, daerah yang disengketakan di Sahara Barat yang dikenal sebagai Republik Demokratik Arab Sahrawi.

Pesawat yang terjatuh merupakan Boeing 737 yang dibangun pada 1979 dan disewakan ke perusahaan transportasi utama Kuba, "Cubana," oleh sebuah perusahaan kecil bernama "Damojh." Otoritas penerbangan sipil Meksiko mengatakan pada Senin pihaknya telah menangguhkan sementara kegiatan "Damojh" sementara memastikan perusahaan mematuhi peraturan dan mengumpulkan informasi untuk membantu penyelidik menemukan penyebab kecelakaan itu.

"Damojh," yang memiliki tiga pesawat Boeing 737 sebelum kecelakaan itu, telah ditangguhkan dua kali sebelumnya selama tinjauan kepatuhan terhadap peraturan.

Kegiatannya dihentikan selama sekitar satu bulan pada 2010 setelah pesawat "Damojh" melakukan pendaratan darurat di resor pantai Meksiko Puerto Vallarta karena masalah dengan roda pendaratannya.

Baca juga: Kejadian Langka, Diguyur Hujan Deras Masjid Nabawi Banjir

Otoritas menyelidiki lagi pada 2013 setelah menerima keluhan dari Marco Aurelio Hernandez, yang diidentifikasi pada akhir pekan oleh media Meksiko sebagai mantan pilot "Damojh." Hernandez dikutip oleh surat kabar Meksiko Milenio mengkritisi "Damojh" karena kurangnya perawatan yang memadai pada pesawat-pesawatnya.

Penyelidikan pada 2013 menyebabkan penangguhan kegiatan selama sekitar dua bulan.

Kebanyakan kecelakaan pesawat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk penyelidikan. Penyelidik Kuba sejauh ini telah memulihkan perekam suara kokpit dan masih mencari perekam data penerbangan.

Kuba akan memimpin penyelidikan, dengan bantuan penyelidik Meksiko dan Amerika Serikat, demikian media yang dikelola negara Kuba. Pihaknya akan menerima bantuan teknis dari "Boeing" dan "Pratt & Whitney,: bagian dari grup "United Technologies" berbasis di AS, yang memproduksi mesin pesawat yang terjatuh.

Kecelakaan Jumat adalah yang terburuk di Kuba sejak insiden pesawat penumpang Ilyushin-62M yang dibangun Soviet terjatuh di dekat Havana pada 1989, menewaskan 126 orang di dalamnya dan 14 lainnya di darat

Share :
Komentar :

Terkait

Read More