Forgot Password Register

Keji! Kelompok Bersenjata Perkosa 5 Aktivis Anti Perdagangan Manusia

Keji! Kelompok Bersenjata Perkosa 5 Aktivis Anti Perdagangan Manusia Ilustrasi pemerkosaan. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Lima orang yang bekerja untuk mengampanyekan anti-perdagangan manusia di India diperkosa oleh kelompok pria dengan todongan senjata api dalam program untuk menyadarkan masyarakat yang mereka selenggarakan di sebuah desa, kata polisi pada Jumat.

Sejumlah pria tak dikenal membawa sembilan pegiat dalam acara pertunjukan di jalan di desa Kochang di negara bagian Jharkhand ke sebuah hutan lebat, tempat beberpa pria dipukuli dan beberapa wanita diperkosa, kata petugas polisi Ashwini Kumar Sinha.

"Ini kasus yang sangat jarang terjadi, dimana orang-orang yang mengampanyekan anti-perdagangan manusia telah jadi sasaran," kata Sinha kepada the Thomson Reuters Foundation.

Baca juga: AS Godok UU Larangan Pengiriman Jet F-35, Turki Siap-siap Kecewa

"Kami tidak menapikan kemungkinan keterlibatan kelompok-kelompok kejahatan dalam perdagangan manusia dan sedang menyelidiki semua aspek." Pertunjukan di jalan telah diselenggarakan oleh badan amal Asha Kiran, yang mengelola penampungan untuk rehabilitasi perempuan-perempuan yang diselamatkan di distrik Khunti. Distrik tersebut telah diidentifikasi sebagai satu lokasi yang digunakan untuk perdagangan manusia.

Sekitar 200 anak berada di tempat penampungan Asha Kiran. Sebagian besar diperdagangkan ke kota-kota untuk dijadikan asisten rumah tangga. Kelas menengah yang sedang tumbuh mencari tenaga kerja dengan biaya murah.

Berdasarkan laporan-laporan, Jharkhand termasuk di antara lima negara bagian di India yang kasus-kasus perdagangan manusianya meningkat. Mereka yang terlibat dalam perdagangan tersebut menyasar desa-desa miskin, meyakinkan keluarga-keluarga yang rentan untuk mengirim anak-anak perempuan mereka bekerja, kata mereka yang berkampanye.

Baca juga: Pewaris Keturunan Kerajaan Inggris Sambangi Israel Setelah 70 Tahun

Para pegiat India yang berjuang mengatasi perdagangan wanita dan anak-anak mengutuk serangan yang mengagetkan itu terhadap "para pekerja di garis depan." "Kami masih memproses apa yang telah terjadi," kata Rajiv Ranjan Sinha dari Jejaring Anti Perdagangan Manusia Jharkhand - koalisi 14 organisasi akar rumput yang bekerja di negara bagian India tengah.

"Ini untuk pertama kali para pekerja di lapangan telah jadi sasaran dan apa yang terjadi telah mengejutkan dan mengagetkan kami. Sekarang jadi lebih sulit untuk bekerja mengenai isu ini." India telah menyaksikan peningkatan laporan-laporan mengenai perdagangan manusia dalam beberapa tahun terakhir. Hampir 20.000 wanita dan anak-anak jadi korban perdagangan manusia pada tahun 2016, naik 25 persen dari tahun sebelumnya, demikian data pemerintah.

Para pegiat mengatakan angka-angka itu di bawah dari apa yang dilaporkan, khususnya akibat kurang kesadaran di kawasan-kawasan pedesaan, dengan menekankan pentingnya program-program yang dijalankan oleh berbagai badan amal untuk memerangi perdagangan manusia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More