Forgot Password Register

Kelompok Bersenjata Serang Afghanistan, Kabul Jadi Zona Pengamanan Tertinggi

Kelompok Bersenjata Serang Afghanistan, Kabul Jadi Zona Pengamanan  Tertinggi Ilustrasi kelompok bersenjata. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sejumlah pria bersenjata membuat tiga ledakan di ibu kota Afghanistan, Kabul, Rabu (9/5/2018).

Selain itu, mereka juga ertempur melawan pasukan keamanan dari gedung-gedung yang mereka duduki dalam serangkaian kekerasan terakhir untuk mengguncang kota itu.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Wahidullah Majroh mengatakan sedikitnya enam orang terluka.

Pemerintah Afghanistan tengah memerangi serangan intensif Taliban dan ISIS. Kabul menjadi zona keamanan tinggi dengan dinding beton dan kawat berduri.

Baca juga: PBB: Teror Bom di Afghanistan Sengaja Menyasar Wartawan

Ledakan pertama terjadi di dekat kantor polisi di Distrik Dasht-e-Barchi di Kabul barat, sekitar tengah hari, kata juru bicara polisi Hashmat Stanekzai. Beberapa menit kemudian, dua ledakan beruntun meledak di distrik komersial Shar-e-Naw.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Najib Danish mengatakan polisi sedang memerangi sejumlah orang bersenjata tak dikenal di Dasht-e-Barchi dan Shar-e-Naw.

"Sejumlah orang-orang bersenjata di kedua lokasi yang diserang terlibat dengan pasukan keamanan. Di kedua lokasi, para pemberontak mengambil posisi di gedung-gedung terdekat," kata Danish.

Noor Mohammad, seorang penjaga keamanan di sebuah bank swasta di Shar-e-Naw, mengatakan satu ledakan terjadi di dekat kantor agen perjalanan yang memproses permohonan visa untuk India.

Baca juga: Dua Bom Hantam Afghanistan, 21 Orang Meregang Nyawa

Seorang pejabat senior di kedutaan India menegaskan bahwa satu ledakan terjadi di luar kantor perusahaan perjalanan, dan banyak penjaga keamanan yang terluka.

Ibu kota Afghanistan telah memperlihatkan peningkatan pemboman dan serangan lainnya terhadap pasukan keamanan serta warga sipil sejak Taliban mengumumkan awal serangan musim semi mereka pada 25 April.

Pertempuran biasanya meningkat di Afghanistan karena cuaca yang lebih hangat mencairkan salju di gunung, memungkinkan pemberontak untuk bergerak lebih mudah. Ledakan kembar di Kabul pada 30 April menewaskan 26 orang.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More