Pantau Flash
Dilepas Klub Belgia, Firza Andika Gabung PSM Makassar
Awan Setho Cedera, Simon Panggil Teja Paku Alam
Manokwari Rusuh, Polisi Cari Penyebar Konten Video Provokasi
Kerusuhan Manokwari: 3 Polisi Jadi Korban, Kapolda dan Pangdam Dilempari
Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei

Keluarga Tak Yakin Dita Terlibat Aksi Terorisme

Keluarga Tak Yakin Dita Terlibat Aksi Terorisme Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Keluarga Dita Siska Millenia (18) di Desa Jambon, Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tidak percaya kalau Dita terkait jaringan terorisme. Dita merupakan salah satu wanita yang dtangkap polisi karena dituduh akan menyerang Rutan di Mako Brimob beberapa hari lalu.

"Kami tidak percaya kalau Dita masuk jaringan terorisme," kata Suwal (50) ayah Dita, di Temanggung, Senin (14/5/2018).

Baca juga: Indonesia Siaga 1, Polisi Perketat Pengamanan

Dita yang merupakan anak pasangan petani Suwal (50) dan Ari Suprapti (43) dikenal sebagai pribadi yang biasa saja. Suwal mengaku pertama kali mengetahui kabar penangkapan anaknya oleh Densus 88 dari pesan aplikasi whatsapp.

Ia sama sekali tidak menduga, karena sepengetahuannya anak gadisnya itu sedang praktik mengajar atau pengabdian di sebuah pondok pesantren di Majenang, Cilacap.

"Di Majenang sudah setahun dan seharusnya selesai Lebaran ini. Ia melakukan semacam pengabdian setelah empat tahun mondok di Pondok Darul Arqom Pagersari, Patean, Kendal. Saya kaget dan tidak menduga sama sekali dan tidak yakin kalau Dita ikut yang seperti itu. Harapan saya dia bisa pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga," katanya.

Baca juga: Empat Pelaku Tewas, Tapi Kantong Jenazah Lima? Ini Kata Polisi

Menurut dia, Dita yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara selama ini dikenal sebagai pribadi biasa seperti layaknya anak desa dan tidak pernah menunjukkan gelagat aneh.

Selepas lulus dari SD Jambon, ia kemudian melanjutkan pendidikan di sebuah SMP di Malebo Kandangan, lalu berlanjut menuntut ilmu di sebuah pondok pesanren di Patean, Kabupaten Kendal.

"Terakhir pulang sebulan lalu dan kontak dengan anak saya itu lima hari lalu. Dia cuma SMS mengabarkan ingin pulang ke rumah, padahal mestinya kalau pulang nanti secara resmi dari pondoknya. Saya berharap dia bisa pulang dengan selamat dan tidak seperti yang dikabarkan," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: