Forgot Password Register

Kemacetan di Negara ini Pengaruhi Produktifitas Kerja, Indonesia Masuk?

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Buat anda yang hidup dan kerja di kota-kota besar, pasti merasakan kebosanan atau jenuh karena macet setiap harinya.

Tapi perlu kalian, meskipun Jakarta menjadi kota termacet di Indonesia, kalian juga perlu menilik sejumlah survei atau tingkat kemacetan di negara lain yang berpengaruh terhadap produktiftas kerja.

Hasil report dari Uber Unlocking dari Boston Consulting Group pada bulan November 2017 merilis tentang tingkat pertumbuhan kendaraan saat ini, Jakarta pada tahun 2022 akan mengalami kemacetan parah atau bahkan lalu lintas yang tidak bergerak sama sekali.

Baca juga: Ingatkan Pegawai, Sri Mulyani: Jangan Menakuti Wajib Pajak!

Rata-rata pengemudi di Manila menghabiskan 23 hari dalam setahun hanya duduk dalam kemacetan lalu lintas dan saat mencari tempat parkir.

Dari 10 kota di Asia yang tercakup dalam studi ini adalah Singapura, Hong Kong, dan Taipei memiliki sistem transportasi publik terbaik dengan tingkat adopsi tertinggi. Kuala Lumpur dan Bangkok memiliki tingkat adopsi yang relatif rendah meskipun ada perkembangan baru baru ini di jaringan transportasi umum mereka.

Jakarta, Ho Chi Minh City, Hanoi, Manila dan Surabaya memiliki jaringan transportasi umum yang relatif belum berkembang.

Baca juga: Dana Mulai Cekak, Komisi IX Persilakan BPJS Kesehatan 'Lambaikan Tangan'

Berdasarkan studi Uber yang sama, Business Mirror melaporkan statistik berikut untuk lima kota teratas dengan waktu rata-rata tertinggi yang dihabiskan dalam lalu lintas harian.

Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh Uber dengan 9.000 orang meliputi 10 kota di Asia, termasuk Hongkong, Taipei, Kuala Lumpur, Jakarta, Bangkok, Ho Chi Minh, Hanoi, Surabaya, Singapura dan Manila

Rata-Rata waktu yang dihabiskan dalam Kemacetan sehari-hari yakni Bangkok 72 menit, Jakarta 68 menit, Manila 66 menit, Hanoi 58 menit, dan Kuala Lumpur 53 menit.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More