Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Kemendag Terima Aduan Perlakuan Berbeda Pengusaha RI di Perdagangan China?

Headline
Kemendag Terima Aduan Perlakuan Berbeda Pengusaha RI di Perdagangan China? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kementerian Perdagangan akan menindaklanjuti laporan pengusaha Indonesia di China yang tergabung dalam Indonesia Chamber of Commerce (Inacham) soal berbagai tantangan ekspor produk asal Indonesia ke negeri tirai bambu.

"Ada beberapa informasi yang harus kita cek lagi, apakah benar ada perlakuan berbeda terhadap Indonesia, padahal kita punya ASEAN Plus Three Free Trade Area (FTA). Kalau ada perbedaan tarif kita cek," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo di Shanghai, China.

Iman menyampaikan masukan dari para pengusaha yang menjalankan bisnisnya di China merupakan hal yang penting. Dengan demikian, pemerintah dapat mengkombinasikan berbagai informasi untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan ekspor ke China, di mana Kemendag akan berhubungan secara government to government (g to g) dengan Pemerintah China.

Baca juga: Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram

"Nah ini kombinasi informasi dari pelaku usaha eksportir dan teman-teman di lapangan, kita cek dengan dokumen yang ada. Kalau memang itu menjadi hambatan tersendiri ya kita harus bicara dan follow up segera,” ujar Iman.

Setelah itu, pemerintah baru akan mengambil langkah yang tepat dalam hal mencari solusi dan melerai hambatan-hambatan usaha tersebut.

"Jadi tidak bisa langsung kita ajukan ke pemerintah (China). Kita harus cek berlapis dulu. Tidak hanya dalam konteks WTO tapi juga ASEAN Plus Three FTA," pungkas Iman.

Baca juga: Kumpulan Tweet Kocak #MandiriError, dari yang Untung Jadi Buntung

Menurut Iman, tantangan utama Indonesia dalam menjalankan bisnis di pasar internasional adalah kepatuhan tata kelola perusahaan.

Hal tersebut sangat terkait dengan aturan perdagangan internasional yang ditetapkan World Trade Organisation (WTO).

"Jadi, Indonesia dan negara lain juga punya aturan-aturan, tetapi di Republik Rakyat China (RRT) sini tampaknya lebih banyak compliance issue. Dan itu memang hak diperbolehkan di dalam WTO. Tapi kita harus pastikan apakah compliance issue itu terkait dengan prinsip-prinsip non diskriminasi dan lainnya," ujar Iman.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6%  Silahkan Langsung ke TKP :  https://sport165.com/ , whatsapp : +6281380590512