Pantau Flash
DPR Akan Evaluasi UU OJK dan BI Buntut Sengkarut Jiwasraya
Guardiola Minta Kompetisi di Inggris Dikurangi
Seluruh Wartawan Istana Negara Selamat dalam Tragedi Kapal Tenggelam
Kapal yang Ditumpangi Wartawan Istana Negara Tenggelam di Labuan Bajo
IMF: Lesunya Ekspor, Ekonomi Indonesia Miliki Beban di 2020

Kemendag Terima Aduan Perlakuan Berbeda Pengusaha RI di Perdagangan China?

Headline
Kemendag Terima Aduan Perlakuan Berbeda Pengusaha RI di Perdagangan China? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kementerian Perdagangan akan menindaklanjuti laporan pengusaha Indonesia di China yang tergabung dalam Indonesia Chamber of Commerce (Inacham) soal berbagai tantangan ekspor produk asal Indonesia ke negeri tirai bambu.

"Ada beberapa informasi yang harus kita cek lagi, apakah benar ada perlakuan berbeda terhadap Indonesia, padahal kita punya ASEAN Plus Three Free Trade Area (FTA). Kalau ada perbedaan tarif kita cek," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo di Shanghai, China.

Iman menyampaikan masukan dari para pengusaha yang menjalankan bisnisnya di China merupakan hal yang penting. Dengan demikian, pemerintah dapat mengkombinasikan berbagai informasi untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan ekspor ke China, di mana Kemendag akan berhubungan secara government to government (g to g) dengan Pemerintah China.

Baca juga: Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram

"Nah ini kombinasi informasi dari pelaku usaha eksportir dan teman-teman di lapangan, kita cek dengan dokumen yang ada. Kalau memang itu menjadi hambatan tersendiri ya kita harus bicara dan follow up segera,” ujar Iman.

Setelah itu, pemerintah baru akan mengambil langkah yang tepat dalam hal mencari solusi dan melerai hambatan-hambatan usaha tersebut.

"Jadi tidak bisa langsung kita ajukan ke pemerintah (China). Kita harus cek berlapis dulu. Tidak hanya dalam konteks WTO tapi juga ASEAN Plus Three FTA," pungkas Iman.

Baca juga: Kumpulan Tweet Kocak #MandiriError, dari yang Untung Jadi Buntung

Menurut Iman, tantangan utama Indonesia dalam menjalankan bisnis di pasar internasional adalah kepatuhan tata kelola perusahaan.

Hal tersebut sangat terkait dengan aturan perdagangan internasional yang ditetapkan World Trade Organisation (WTO).

"Jadi, Indonesia dan negara lain juga punya aturan-aturan, tetapi di Republik Rakyat China (RRT) sini tampaknya lebih banyak compliance issue. Dan itu memang hak diperbolehkan di dalam WTO. Tapi kita harus pastikan apakah compliance issue itu terkait dengan prinsip-prinsip non diskriminasi dan lainnya," ujar Iman.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: