Forgot Password Register

Kemenhub Siap Tindak Maskapai yang Naikkan Tarif Lebihi Batas

Kemenhub Siap Tindak Maskapai yang Naikkan Tarif Lebihi Batas Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud Kemenhub Maria Kristi Endah Murni (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Kementerian Perhubungan akan menindak tegas maskapai penerbangan yang menaikkan tarif lebih dari batas yang telah ditentukan. Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud Kemenhub Maria Kristi Endah Murni mengatakan, ketentuan tarif harus sesuai dengan aturan tarif batas atas. 

"Kita cek terus semuanya kita pelototi terus kalau memang ditemukan, langsung lapor aja ke kita karena aturan tarif itu harus sesuai dengan Permenhub No 14 tahun 2016," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Karsa, Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: Tiket Pesawat Jakarta-Surabaya Rp4 Juta, Menhub Budi: Hoax!

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada pelanggaran yang terjadi. Kenaikan tarif yang melebihi tarif batas atas terjadi pada penerbangan yang tidak direct langsung atau melakukan transit terlebih dahulu.

"Belum ada yang ditemukan melanggar. Makanya saya bilang, teliti sebelum membeli karena kadang-kadang terbang dari Surabaya-Jakarta itu enggak direct ditawarkannya, itu lewat Makassar jadi Rp 3,9 juta jadinya," ungkapnya.

"Jadi emang itu tawaran dari pihak airlines kalau dia mau jalan-jalan dulu ya terserah. Yang direct sejauh ini masih dalam tarif batas atas yang diizinkan," ujarnya.

Baca juga: Ngerasa Tiket Pesawat Kemahalan? Kemenhub Siap Tindak

Kristi menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan baik melalui seluruh pegawainya maupun laporan-laporan yang masuk dari masyarakat.

"Meskipun ini hanya 36 yang dipantau, tapi kan kita dapat laporan dari seluruh Otoritas Bandara ada 10 lapor terus. Selama ini memang terjadi 1-2 kali tapi untuk saat ini kita melotot semua dibantu teman-teman juga kalau ada bisa lapor ke call center 151," ujarnya.

Bila terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran kenaikan tarif melebihi batas yang ditentukan maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggannya.

"Ada sampai pembekuan rute, tidak diberikan izin tambahan rute, pencabutan rute tapi tentu didahului peringatan-peringatan tiga kali," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More