Pantau Flash
Vettel Akui Mercedes Begitu Sempurna Musim Ini
MPR Pastikan Megawati dan SBY Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
KontraS Nilai Hukuman Mati Sudah Tak Relevan di Indonesia
Anies Baswedan Klaim Rumah DP Rp0 Laris Manis
Dibenamkan Vietnam 1-3, Suporter Indonesia Lakukan Unjuk Rasa

Kemenkes Sebut Baru Dua Daerah yang Serius Antirokok di Indonesia

Kemenkes Sebut Baru Dua Daerah yang Serius Antirokok di Indonesia Ilustrasi rokok. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono menyebutkan Kota Bogor dan Kabupaten Kulon Progo adalah dua daerah yang serius menerapkan antirokok di Indonesia.

"Kalau kota yang sudah Bogor, Kulon Progo itu sudah melarang iklan (rokok)," kata Anung di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Selain Merokok, Ini 5 Faktor Penyebab Berkembangnya Sel Kanker Paru-paru

Sebelumnya, Kota Pekalongan juga sempat memberlakukan kawasan tanpa rokok dan melarang iklan rokok di daerahnya, namun penggantian wali kota di daerah tersebut mengubah kebijakan pelarangan iklan rokok yang sebelumnya ada.

Namun hingga saat ini belum ada satupun provinsi di Indonesia yang seluruhnya menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) dan pelarangan iklan rokok di seluruh kawasan tempat publik.

Seperti di Jakarta, lanjutnya sudah ada regulasi mengenai KTR namun masih memperbolehkan iklan rokok.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri disebutkan dari 34 provinsi yang ada, baru 70 persen yang memiliki regulasi mengenai kawasan tanpa rokok di daerahnya. Sementara 30 persen sisanya atau 12 provinsi lagi belum menerbitkan kebijakan itu.

Baca juga: YLKI Minta Aturan Iklan Rokok Diperbaharui

Untuk kabupaten dari totalnya yang mencapai 416 kabupaten, sudah ada 300 kabupaten yang menerbitkan peraturan daerah mengenai KTR. Sedangkan dari 93 kota yang ada di Indonesia sebanyak 68 kota atau 74 persennya telah menerbitkan kebijakan KTR di daerahnya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri mengimbau agar seluruh pemda menerbitkan kebijakan KTR, khususnya pelarangan rokok di sekolah guna menurunkan angka perokok remaja yang terus meningkat.

Prevalensi perokok pemula atau remaja usia 10 hingga 18 tahun terus meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: