Forgot Password Register

Ketimpangan Gender Disegala Aspek Bisa Memakan Biaya USD160 Triliun

Ketimpangan Gender Disegala Aspek Bisa Memakan Biaya USD160 Triliun Pria dan Perempuan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Ketimpangan gender atau jenis kelamin di tempat kerja dapat memakan biaya hingga USD160 triliun pada aspek pendapatan yang hilang secara global

Angka tersebut menunjukkan perbedaan antara pendapatan seumur hidup gabungan pada semua orang yang berada di usia kerja di seluruh dunia dan jumlah bayaran yang diterima wanita jika melakukan pekerjaan sebanyak laki-laki.

Berinvestasi pada perempuan dan anak perempuan akan membantu meningkatkan kekayaan negara berpenghasilan tinggi dan berpenghasilan rendah, kata penulis laporan itu Quentin Wodon, ekonom utama pada Kelompok Bank Dunia. "Semua orang akan mendapat manfaat dari kesetaraan gender," katanya.

Baca juga: Sambangi Gedung Putih, Ini Pembahasan Kim Kardashian dengan Donald Trump

Angka ratusan triliunan itu mewakili sekitar dua persen dari produk domestik bruto global dan berjumlah pada selisih rata-rata sekitar Rp330 juta per orang secara global.

Angka itu dihitung berdasarkan potensi penghasilan tenaga kerja saat ini di 141 negara.

Jumlah wanita hanya sekitar 38 persen dari kekayaan modal manusia global dan menghadapi hambatan dalam angkatan kerja di hampir setiap negara, menurut Bank Dunia.

Perempuan kurang memungkinkan jika dibandingkan laki-laki untuk bergabung dengan angkatan kerja yang dibayar dan ketika mereka melakukannya mereka lebih mungkin untuk bekerja paruh waktu di sektor informal, atau pada pekerjaan yang memiliki upah lebih rendah, kata Bank Dunia.

Baca juga: Mengukur Toleransi Rodrigo Duterte Terhadap 'Kebengelan' China

Pengusaha di seluruh dunia telah mendapat sorotan dalam beberapa bulan terakhir mengenai perbedaan gaji untuk karyawan pria dan wanita.

Beberapa negara seperti Norwegia telah merintis kuota gender, yang membutuhkan hampir 500 perusahaan untuk meningkatkan proporsi perempuan di dewan mereka hingga 40 persen.

Masalah ini juga menjadi sorotan di Inggris, di mana undang-undang yang diperkenalkan tahun lalu mengharuskan perusahaan dan badan amal dengan lebih dari 250 pekerja untuk melaporkan kesenjangan gaji gender mereka setiap tahun.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More