Forgot Password Register

Kinerja Kuartal I 2018 Rugi Rp868 M, Garuda Keluhkan Depresiasi Rupiah

Kinerja Kuartal I 2018 Rugi Rp868 M, Garuda Keluhkan Depresiasi Rupiah Pesawat maskapai Garuda Indonesia (Foto: Instagram/ Garuda Indonesia)

Pantau.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Pahala Mansury memaparkan target perusahaan Hinga akhir tahun 2018 ini. Seperti diketahui kinerja Garuda hingga kuartal I 2018 masih mengalami kerugian sebesar Rp868 miliar.

Pihaknya mengatakan target akhir tahun ini masih terhambat tingginya harga bahan bakar dan depresiasi rupiah. 

"Tentunya harapan kita awalnya bisa break event di tahun ini, tapi tentunya dengan kondisi kenaikan bahan bakar yang kita lihat saat ini bisa kurang lebih 15 persen dan juga adanya depresiasi rupiah yang ini kita perlu lakukan penghitungan ulang apakah kita bisa melakukan rencana break event tadi," ujarnya saat ditemui usai diskusi di Menara BCA, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Gempa Tak Urungkan Gelaran IMF, Garuda Mulai Siapkan Penerbangan Ekstra

Kendati demikian pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk merealisasikan target tersebut. 

"Tentunya pertama, meningkatkan utilisasi pesawat, dan terus melakukan renegosiasi untuk leasing pesawat yang kita miliki," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku terus menjaga kualitas dari produknya terutama dari segi on time performance. Ia berharap pihaknya tetap menjaga agar maskapai Garuda tetap menjadi pilihan masyarakat.

"Di semester I on time performance kita mencapai 89 persen kalau kita lihat Juli bisa mencapai rangking 7 di dunia, jadi ini tentunya upaya kita untuk menjaga layanan yang baik sehingga masyarakat juga tentunya akan bisa terus memilih layanan Garuda sebagai privat airline mereka," paparnya.

Baca juga: Belum Genap Sebulan, Kinerja Ngabalin di Angkasa Pura Mulai Dihitung

Pihaknya juga mengaku akan terus meningkatkan efisiensi. Salah satunya dengan mengoptimalkan pesawat ATR dan CRJ.

"Harganya dimana lebih terjangka, dibandingkan sebelumnya khususnya di 21 rute ATR dan CRJ kita, kita harap kan bisa meningkatkan optimalisasi pesawat yang kita miliki," katanya.

Selain itu keempat, bagaimana mendiversifikasi pendapatan. Termasuk di luar airlines, pihaknya juga mendorong pendapatan yang berasal dari perusahaan anak juga pendapatan yang berasal dari cargo. 

"GMF tentunya kita harap punya kinerja yang terus meningkat kedepannya, kemudian meningkatkan pendapatan di luar penumpang yaitu cargo kita harap bisa meningkat 10 persen bahkan kalau bisa diatas 15 persen, dan juga revenue lainnya di luar penumpang," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More