Forgot Password Register

Kirim Pesan Perang, Iran Serang Persembunyian Militan Kurdi Irak

Kepala Komandan IRGC Iran, Mayor Jendral Mohammad Ali Jafari. (Foto: Reuters) Kepala Komandan IRGC Iran, Mayor Jendral Mohammad Ali Jafari. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Kepala Komandan IRGC Iran, Mayor Jendral Mohammad Ali Jafari, mengakui bahwa Iran telah melakukan serangan rudal pada tanggal 8 September terhadap militan Kurdi di Irak.

Hal itu, kata dia, adalah sebuah pesan keras kepada oknum-oknum yang menentang Iran.

"Balasan IRGC baru-baru ini terhadap teroris menyampaikan pesan yang sangat berarti kepada musuh, terutama para adikuasa yang berpikir mereka dapat memaksakan rencana jahat mereka pada kami dan menggertak kami," kata Jafari, yang dikutip dari Sputnik, Jumat (14/9/2018).

"Mereka yang memiliki kekuatan, pangkalan perang dan peralatan harus berada di luar radius 2.000 kilometer di sekitar Iran."

Baca juga: Pengunjuk Rasa Bakar Kantor Konsulat Iran di Irak Selatan

Iran mengatakan, serangan rudal itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap sejumlah serangan ke daerah perbatasan Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Setidaknya 11 orang tewas dan antara 30 orang terluka selama serangan tersebut. Tujuh rudal jarak pendek ditembakkan pada pertemuan komandan Partai Demokrat Iran Kurdistan (PDKI). PDKI adalah kelompok oposisi bersenjata yang dianggap Teheran sebagai teroris.

"Serangan itu menargetkan sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh kantor politik partai itu pagi ini," Jenderal Mayor Jabbar Yawar, seorang jurubicara pasukan keamanan Kurdi Peshmerga Irak.

Menurut PDKI, pertemuan itu berlangsung di Koya, di wilayah Kurdistan semi-otonomi Irak.

Baca juga: Turki Kirim Peralatan Militer Massal ke Perbatasan Suriah

Ketua Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri mengklaim bahwa AS telah memprovokasi militan Kurdi Irak.

Sang jenderal meminta Baghdad dan pejabat Kurdistan Irak untuk mengambil tindakan untuk mencegah pembentukan pangkalan anti-Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran juga merilis pernyataan yang mengatakan Teheran tidak akan mematuhi kebijakan peredaan ketika masalah keamanan dan pelanggaran kedaulatan Iran berada di meja.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More