Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Klaim Berdayakan UMKM Indonesia, Grab Juga akan Caplok 3 Startup Lokal

Klaim Berdayakan UMKM Indonesia, Grab Juga akan Caplok 3 Startup Lokal Ilustrasi rencana bisnis. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Grab Holdings Inc. (Grab) telah resmi menyandang status Decacorn atau perushaan dengan valuasi USD10 miliar. Status ini ternyata menarik minat Investor, pendanaan mulai dikucurkan dari putaran pendanaan Series H yang telah mendapatkan USD4,5 miliar atau Rp63 triliun (kurs Rp14 ribu per dollar AS).

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan kedepannya, hasil pendanaan tersebut akan digunakan untuk pengembangan platform di beberapa sektor. Pertama, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau ia menyebutnya Wirausahawan Mikro.

"Grab telah tumbuh berkali lipat hadir di awalnya 13 kota jadi 178 kota untuk layanan Grab Food, belum lagi wirausahawan mikro yang hadir sebagai pengemudi," terangnya.

Baca juga: Naik Kelas Jadi Decacorn, Rival Gojek Ini Terima Dana Rp63 Triliun

Selain itu kata dia, pendanaan tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan talenta di bidang teknologi. 

"Dimana itu menjadi elemen penting untuk keberhasilan RI dan keberhasilan industri kami juga," katanya. 

"Indonesia adalah bagian penting dari Grab. Grab telah dirikan RnD center di Jakarta, 4 dari 7 RnD center yang dimiliki Grab, dan telah berdayakan 200 engginer di Indonesia. Kami juga bekerjasma dengan talenta global," imbuhnya.

Baca juga: Akun CEO Wafat Berhasil Dibuka, tapi Uang Digital di QuadrigaCX Lenyap 

Ketiga, pihaknya berencana menggunakan pendanaan tersebut untuk menggaet 3 startup untuk bertumbuh bersama dalam aplikasi Grab. Grab membuka platformnya untuk kerjasama dengan lokal startup. 

"Kita membuka platform apps, karena mereka lah yang mengetahui apa yang terbaik untuk melakukan layanan, mereka yang bisa kita integrasi ke aplikasi kita dan kita menjadikan pengalaman terbaik bagi penggunannya  dan meningkatkan nilai bagi startup maupun Grab," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: