Pantau Flash
Voli Pantai Indonesia Melaju ke Semifinal Turnamen World Beach Games
KPK OTT Bupati Indramayu
PDIP Pasrahkan Kabinet ke Jokowi
AICHR Desak Diterapkannya Perjanjian ASEAN Soal Kabut Asap Lintas Batas
Tol Langit Diprediksi Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia Timur

Kok Bisa Ya, Pemerintah Sulit Kumpulkan Data Perdagangan Elektronik

Kok Bisa Ya, Pemerintah Sulit Kumpulkan Data Perdagangan Elektronik Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahudin (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai data perdagangan digital di Indonesia masih sangat terbatas. Padahal data tersebut dinilai sangat penting bukan hanya untuk pelaku usaha namun juga untuk perumusan kebijakan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi  dan UKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahudin mengungkapkan pemerintah bahkan kesulitan untuk memperoleh data e-Commerce dan ekonomi digital.

"Sayangnya, saat ini data e-commerce dan ekonomi digital yang dipublikasikan, khususnya di Indonesia, masih sangat terbatas, pemerintah pun memiliki kesulitan untuk memperoleh data e-Commerce dan ekonomi digital," ujarnya dalam sebuah diskusi di kawasan Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Segera! Mobil Bisa 'Gilas' Tol Layang Jakarta-Cikampek

Lebih lanjut kata dia, pada tahun 2018, pihaknya bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan idEA melakukan pengumpulan data e-commence. Namun kata dia masih ada penolakan dari pelaku e-commerce untuk membagikan datanya.  

"Saat pengumpulan data, masih terdapat resistensi (penolakan) dari para pelaku e-commerce untuk membagikan data mereka," ungkapnya. 

Baca juga: Konsumen Digital Banking Lebih Laris Jadi Ancaman untuk Bank Lawas?

Belajar dari pengumpulan data tersebut kata dia, ke depannya Pemerintah akan membentuk sistem pengumpulan dan pengelolaan data yang terpusat dan terintegrasi.

"Kami berharap, pengumpulan data ekonomi digital ini akan menjadi lebih sederhana, dapat menjaga kerahasiaan data, dan ramah bagi pelaku, sehingga para pelaku dapat lebih nyaman untuk berbagi data dengan pemerintah," pungkasnya.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: