Pantau Flash
PSG Tolak Tawaran Barcelona untuk Neymar
Amnesty International Desak Presiden Jokowi Ambil Alih Kasus Novel
BPPT: Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Berpotensi di Selatan Pulau Jawa
Wadah Pegawai KPK Kecewa dengan Hasil Investigasi TPF Kasus Novel
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC

Korsel Beli F-35 Buatan AS, Korut: Kami Terpaksa Membuat Senjata Khusus

Korsel Beli F-35 Buatan AS, Korut: Kami Terpaksa Membuat Senjata Khusus Pesawat Lockheed Martin F-35 terlihat di ILA Air Show di Berlin. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pembelian jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat oleh Korea Selatan telah membuat Korea Utara terpaksa mengembangkan senjata khusus untuk menghancurkan senjata baru, demikian pernyataan media Pyongyang, Kamis, 11 Juli 2019.

Pejabat Korea Utara mengatakan, pemerintah Korea Selatan sangat menyedihkan ketika berbicara dengan keras tentang upaya rekonsiliasi dan kerjasama antara Utara dan Selatan.

Baca juga: China Pamer Heli Z-20, Trump Banggakan Jet Tempur Militer AS

"Tidak ada ruang untuk keraguan bahwa pengiriman jet tempur F-35A disebut sebagai senjata mematikan yang tak terlihat dan bertujuan untuk mengamankan supremasi militer atas negara tetangga di wilayah itu, terutama ketika mereka membuka gerbang dan melakukan penyerangan ke Utara di Semenanjung Korea," demikian pejabat Korea Utara yang enggan disebutkan identitasnya dalam laporan media resmi KCNA.

"Kami tidak memiliki pilihan lain selain mengembangkan dan menguji senjata khusus untuk menghancurkan senjata mematikan yang dibeli oleh Korea Selatan."

Korea Selatan menerima pengiriman dua jet tempur F-35 pertama pada Maret lalu, dan dilaporkan ada lebih banyak pengiriman pada tahun ini. Sebelumnya, Seoul sepakat untuk membeli sekitar 40 pesawat yang akan selesai pada tahun 2021, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/7/2019).

Baca juga: AS Tolak Serahkan Jet Tempur F-35, Presiden Erdogan: Itu Perampokan!

Pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in meninggalkan pertemuan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di perbatasan antara Korut dan Korsel pada Juni silam.

"Para penguasa Korea Selatan lebih baik datang berfikir sebelum terlambat, dan akan menghancurkan kesempatan mendatang untuk meningkatkan hubungan antara Korea jika mereka mengikuti jejak Amerika Serikat," tambahnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: