Pantau Flash
Perkembangan Fintech Buat Bank-bank di China Pangkas Karyawan
Pengamat: Jika Tolak Pimpinan Baru, Pegawai KPK Sama Saja Berpolitik
Amerika Serikat Janji Tak Naikkan Tarif Mobil Jepang
Indonesia Hancurkan Filipina 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-16
Utang Luar Negeri Indonesia di Akhir Juli Naik 10,3 Persen

Korut Tuntut Tindakan PBB Atas Penyitaan Kapal oleh Gangster AS

Korut Tuntut Tindakan PBB Atas Penyitaan Kapal oleh Gangster AS Kapal kargo Wise Honest milik Korea Utara. (Foto: Reuters)

Pantau.com - PBB menyebutkan bahwa Korea Utara tengah mengambil 'tindakan mendesak' untuk meminta kembali kapal kargo yang disita oleh Amerika Serikat, dengan menyerukan perampasan adalah tindakan yang 'keji'.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada perwakilan Pyongyang, Kim Song, bahwa insiden tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum dan 'berlebihan', menurut kantor berita resmi KCNA, seperti dilansir Egypt Independent, Selasa (21/5/2019).

"Tindakan itu keterlaluan dan secara jelas menunjukkan bahwa Amerika Serikat memang negara 'gangster' yang tidak peduli sama sekali dengan hukum internasional," kata Gutteres dalam sebuah surat kepada perwakilan Korea Utara.

Baca juga: Presiden Korsel: Kim Luncurkan Rudal karena Tak Puas KTT dengan Trump

Wakil Korea Utara itu kemudian meminta Guteress untuk mengambil tindakan mendesak sebagai cara untuk berkontribusi pada stabilitas Semenanjang Korea dan untuk membuktikan ketidakberpihakan PBB.

Pyongyang juga mengatakan penyitaan terhadap kapal kargonya merupakan penodaan terhadap semangat dari kesepakatan yang ditandatangani oleh Kim dan Trump pada pertemuan puncak pertama antara Amerika Serikat-Korea Utara di Singapura.

Baca juga: Akhir Juni, Trump Akan Temui Moon Jae-in Terkait Denuklirisasi Korut

Sebelumnya, AS telah menyita kapal kargo Wise Honest milik Korea Utara, setahun setelah kapal itu disita oleh Indonesia, yang dikatakan telah melanggar sejumlah sanksi.

Penyitaan itu menyusul ketegangan tinggi antara Amerika Serikat dan Korea Utara, usai Pyongyang melakukan uji coba rudal jarak pendek dalam beberapa pekan terakhir dan gagalnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Uatara Kim Jong-un di Hanoi beberapa waktu lalu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: