Forgot Password Register

KPAI: Anak Tak Mau Hormat Bendera Indikasi Awal Terpapar Paham Radikal

Ilustrasi Anak Kecil (Foto: Pixabay) Ilustrasi Anak Kecil (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut perilaku anak yang tidak mau hormat pada bendera merah putih sebagai indikasi awal menganut paham radikalisme.

"Bahkan juga tidak mau hormat bendera itu adalah indikasi awal (anut radikalisme)," ujar Ketua KPAI Susanto di RS Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: KPAI Curiga Homeschooling Jadi Modus Baru Penyebaran Radikalisme

Hal ini kata Susanto, sebagai satu tanda anak tidak cinta pada tanah air. Terlebih hingga anak mulai benci pada aparat, sistem negara, dan pemerintah. Patut dicurigai telah mendapat pengajaran yang salah.

"Pada level aksi terorisme (anak tidak dilibatkan langsung) tapi dalam banyak kasus itu bertahap, mulai dari kebencian, benci pada sistem negara, benci pada pemerintah, benci pada aparat itu adalah yang sering diajarkan," katanya.

Karena hal itu, Susanto mengimbau pentingnya memastikan anak-anak mendapat pengajaran dan pemahaman agama yang tepat.

"KPAI mengimbau kepada masyarakat luas agar memastikan anak-anak kita mendapatkan ajaran yang tepat ajaran agama yang pas, komitmen pada cinta tanah air, komitmennya pada NKRI komitmen pada negara," ucapnya.

Baca juga: Anak Pelaku Bom Surabaya Masih Alami Gangguan Mental

Meski begitu, Susanto mengatakan tidak semua anak yang tidak hormat bendera terindikasi menganut paham radikal. Namun alangkah baiknya hal itu dapat dicegah dan diberi pemahaman bahwa perilaku itu tidaklah tepat kepada sang anak.

"Meskipun harus diakui bahwa tidak semua anak yang katakanlah tidak mau menghormat bendera kemudian semua berorientasinya itu (paham radikal), tentu tidak, ini hanyalah indikasi awal yang perlu kita cegah, karena indikasi itu tidak tepat," ujarnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More