Forgot Password Register

KPAI Khawatirkan Homeschooling Dijadikan Modus untuk Ajarkan Paham Radikal

Ketua KPAI Susanto (baju merah),  di RS Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/5/2018). (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Ketua KPAI Susanto (baju merah), di RS Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/5/2018). (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Berkaca dari kasus teror bom di Surabaya yang melibatkan anak-anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) khawatirkan konsep homeschooling dimanfaatkan kelompok teroris untuk ajarkan paham radikal.

"Karena jangan sampe homeschooling itu bisa jadi modus baru, bagi kelompok-kelompok tertentu terutama yang terinjeksi radikalisme memanfaatkan konsep homscoling untuk infiltrasi radikalisme itu, tentu sangat berbahaya," ujar Ketua KPAI Susanto di RS Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Tips Najeela Shihab Berikan Pemahaman Pada Anak Tentang Terorisme

Sebagai institusi yang melakukan pengawasan terhadap anak, Susanto mengatakan pihaknya akan melakukan komunikasi untuk mendorong berbagai stakeholder pemerintah, memberikan pengawasan terhadap kegiatan homeschooling.

"Kami terus berkomunikasi dengan lintas stakeholder, terutama untuk memastikan bahwa agar pendidikan homeschooling itu harus tepat sasaran, dan harus terukur," pungkasnya.

Baca juga: Facebook Tegas 'Bantai' Akun-akun Terorisme dan Kekerasan

Seperti diketahui beberapa anak dari 3 keluarga yang dilibatkan dalam aksi teror di Sidoarjo, sebagian merupakan anak yang berhenti sekolah dengan dalih melakukan program homeschooling di rumahnya.

Ternyata diduga kuat dalam homeschooling itu anak disusupi paham-paham radikal dan ekstremis dengan diminta menonton video-video eksekusi sadis oleh para teroris. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More