Forgot Password Register

Headlines

KPK Duga Mantan Bupati Bengkalis Herlian Saleh Turut Terima Uang Suap

KPK Duga Mantan Bupati Bengkalis Herlian Saleh Turut Terima Uang Suap Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Nama mantan Bupati Bengkalis periode 2011-2016 Herlian Saleh disebut turut menerima uang Rp1,3 miliar terkait perkara korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, TA 2013-2015. 

Penerimaan uang itu diungkap KPK saat mengumumkan tersangka baru, Direktur PT. Mitra Bungo Abadi, Makmur (MK) alias AAN, dalam kasus korupsi tersebut. 

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkapkan pada 2011, Satuan Kerja Dinas PU Kabupaten Bengkalis merencanakan proyek peningkatan beberapa jalan poros dengan anggaran sebesar Rp2,5 triliun sehingga dibutuhkan penganggaran di APBD dalam format tahun jamak.

Proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih menjadi salah satu yang dianggarkan. 

Baca juga: 

Saat dana proyek masih dalam pembahasan, Makmur bersama sejumlah pihak lain berupaya mengurus anggaran dan proyek jalan itu pada Bupati Bengkalis saat itu, Harian Saleh. 

"Sekitar Agustus 2012 untuk kepentingan mendapatkan proyek, MK dkk memberikan uang untuk bupati Bengkalis saat itu sebesar Rp300 juta. Masih di tahun 2012, MK dkk kembali memberikan uang Rp1 miliar pada bupati Bengkalis saat itu," ungkap Laode di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Kemudian pada Oktober 2012, Pemkab Bengkalis dan DPRD menyetujui anggaran multiyears, yang salah satunya adalah anggaran untuk peningkatan Jalan Poros Pulau Rupat, yaitu Ruas Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, dengan jumlah anggaran sebesar Rp528.073.384.162,48.

Demi bisa mendapatkan proyek, KPK menduga Makmur meminjam perusahaan Hobby Siregar, yaitu PT. MRC. Hobby merupakan Dirut PT MRC yang juga telah berstatus terdakwa dalam kasus ini. 

Setelah itu, Makmur menghadiri pertemuan bersama Herlian, Kadis PU Bengkalis M. Nasir (juga sudah berstatus terdakwa), dan pihak lain. Pada pertemuan tersebut Bupati mengatur Makmur untuk memegang proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih padahal proses lelang belum dilakukan.

"Setelah pertemuan tersebut HPS proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih disusun mendekati alokasi anggaran, yaitu HPS Rp528.063.000.000," kata Laode.

Baca juga: 

Pada Januari 2013, Pokja ULP mengumumkan lelang proyek di website LPSE, salah satunya proyek peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih. Dugaan KPK proses pelelangan tersebut dilakukan dengan sejumlah perbuatan melawan hukum berupa peminjaman perusahaan, pertemuan-pertemuan, dan upaya mengarahkan agar perusahaan yang dibawa Makmur memenangkan lelang.

KPK menyebut Makmur memiliki beban biaya Rp1,6 miliar karena meminjam bendera perusahaan Hobby Siregar untuk mendapatkan proyek. 

Pada 28 Oktober 2013 kontrak pekerjaan proyek tersebut ditandatangani dengan nilai pekerjaan Rp459,32 miliar. Pada Desember 2013, dilakukan pencairan cek sebesar Rp60.500.000.000 yang berasal dari pembayaran 15 persen uang muka proyek.

"Uang tersebut kemudian digunakan MK untuk membeli apartemen di Singapura. Pelaksanaan proyek dilakukan dengan cara sub-kon pada kontraktor lokal. Diduga fee yang dijanjikan untuk mendapatkan proyek adalah sebesar 7-10 persen," pungkas Laode.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More