Forgot Password Register

Headlines

KPK Kembali Panggil Pejabat PLN Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1

KPK Kembali Panggil Pejabat PLN Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1 Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Penyidik KPK masih melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi pada kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1. Dalam jadwal pemeriksaan saksi hari ini, penyidik memanggil dua orang yang masing-masing akan dimintai keterangan untuk tersangka Idrus Marham dan satu lainnya sebagai saksi tersangka Eni Saragih.

Untuk tersangka Idrus Marham, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penyidik memanggil pihak swasta yakni Direktur PT Smelting Indonesia  Prihadi Santoso. Sedangkan saksi untuk Eni Saragih penyidik memanggil Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Ahmad Rofiq.

Baca juga: Tersangka Suap PLTU Riau-1 Segera Disidangkan

"Kepada saksi akan diminta keterangan terkait apa yang diketahui, didengar, atau pun yang dilihat terkait kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1 ini," ucap Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Sementara itu penyidik KPK telah merampungkan berkas pemeriksaan untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo, pemilik saham Blackgold Natural Recourses Limited yang diduga pemberi suap kepada Eni Saragih dan Idrus Marham, sejak Senin, 10 September 2018 lalu.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andrianti Iskak sebelumnya mengatakan total keseluruhan penyidik telah memeriksa 40 orang saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Johannes.

Setelah surat dakwaan selesai disusun oleh Jaksa Penuntut Umum KPK selanjutnya Johannes akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini Johannes diduga telah memberikan suap sebanyak Rp 6,25 miliar kepada mantan Wakil Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih agar memuluskan penunjukan tender Proyek PLTU itu terhadap anak perusahaannya.

Baca juga: Eni Saragih: Saya Kooperatif ke Penyidik KPK, Tak Berniat Seret Orang Lain

Johannes juga diduga telah memberikan janji berupa uang senilai USD 1,5 juta kepada mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga ikut berperan mendorong Eni agar memuluskan tender kerjasama tersebut. KPK juga menyebutkan bahwa Idrus diduga mengetahui setiap pemberian uang suap yang dilakukan Johannes kepada Eni Saragih.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More