Pantau Flash
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali

KPK: Kerugian Negara di Korupsi Pengadaan Kapal Lebih dari Rp100 M

KPK: Kerugian Negara di Korupsi Pengadaan Kapal Lebih dari Rp100 M Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut kasus korupsi yang diduga melibatkan pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan telah merugikan negara hingga ratusan miliar. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan diduga terjadi tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan kapal. 

"Memang dalam kasus ini kerugian keuangan negaranya juga sangat besar. Dari identifikasi yang sudah dilakukan ini lebih dari Rp100 miliar dugaan kerugian keuangan negara. Sehingga kami harus sangat cermat dan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin dan sekuat mungkin," kata Febri kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Baca juga: KPK Temukan Ratusan Aset Daerah Bermasalah di Papua

Telah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, kata Febri. Namun KPK masih menyembunyikan nama-nama pihak tersebut dengan alasan pihak masih melakukan sejumlah kegiatan di lapangan seperti penggeledahan. 

"Untuk pokok perkara apa lagi nama tersangka tentu belum bisa kami konfirmasi saat ini. Segera akan kami umumkan semoga besok atau lusa kami sudah bisa sampaikan ke publik. itu sepenuhnya tergantung nanti apakah tindakan-tindakan awal oleh penyidik itu sudah selesai," ucapnya.

Baca juga: Ini Harapan Ketua KPK Soal Pansel Capim Bentukan Presiden Jokowi

Febri juga mengungkapkan penyidik sudah memeriksa sejumlah pihak dalam penyidikan tersebut. Bahkan KPK juga telah meminta pada Ditjen Imigrasi untuk mencegah keluar negeri terhadap beberapa pihak yang diduga terlibat kasus tersebut. 

"Sudah ada yang dimintakan pelarangan ke luar negeri. Tapi saya belum bisa sampaikan, tapi sudah ada yang dimintakan pelarangan ke luar negeri," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: