Pantau Flash
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games
Kabar Buruk, PHK Pekerja Nissan Bertambah Hingga 10.000

KPK: Laporan Praktik Korupsi Banyak Terjadi di Fakultas Kedokteran

KPK: Laporan Praktik Korupsi Banyak Terjadi di Fakultas Kedokteran Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap masih banyaknya praktik tindak pidana korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru. Universitas negeri menjadi lembaga yang paling banyak melakukan praktik rasuah.

"Ya salah satu dan yang paling banyak lagi yang negeri sebenarnya. Ada penerimaan mahasiswa baru yang khususnya jalur-jalur khusus yang itu," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif usai acara Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi di Gedung Pusat Edukasi KPK, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/5/2019). 

Baca juga: KPK Panggil Pimpinan PT Pilog Terkait Kasus Bowo Sidik

Laode mengatakan, KPK paling banyak mendapatkan laporan terkait praktik korupsi di fakultas kedokteran.

"Yang banyak laporannya KPK, saya sebut saja fakultas kedokteran kalau mau masuk spesialis itu banyak. Kalau dia sudah tamat dari dokter tapi dia ingin lanjut spesialis," ucapnya.

Baca juga: KPK Panggil Idrus Marham Jadi Saksi Sofyan Basir

Menurut Laode, berdasarkan laporan yang masuk ke KPK, mahasiswa kedokteran yang ingin melanjutkan kuliahnya harus membayar dosen agar bisa diloloskan. 

"Supaya diterima dia harus membayar profesornya. Bahkan dia harus minta rekomendasi. Untuk rekomendasi itu maka dia juga harus mengeluarkan biaya tertentu dan itu banyak sekali bukan ada dimonopoli oleh satu universitas banyak sekali yang di fakultas kedokteran," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: