Forgot Password Register

KPK Panggil Dirut PJB dalam Kasus Idrus Marham

KPK Panggil Dirut PJB dalam Kasus Idrus Marham Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - KPK kembali memanggil Dirut PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firsttantara terkait kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Riau-1. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Agung akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham.

"Sebagai saksi untuk tersangka IM," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Jaksa Ungkap Peran Idrus Marham dalam Pemberian Suap Kotjo pada Eni Saragih

Iwan sebelumnya juga pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo. Saat diperiksa menjadi saksi bagi Kotjo, Iwan mengaku dimintai keterangan terkait proses kerjasama dalam proyek PLTU RIAU-1.

Kasus ini bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada pertengahan Juli 2018 lalu. Dari operasi senyap tersebut KPK menyita uang Rp 500 juta dari tangan Mantan wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Uang tersebut diduga bagian dari suap yang telah diberikan Kotjo kepada kader Golkar tersebut.

KPK menyebutkan pemberian suap dilakukan agar Eni membantu proses penunjukan anak perusahaan milik Kotjo, PT Samantaka Batubara, sebagai anggota konsorsium pada proyek tersebut. Total suap yang diterima Eni disebutkan sebanyak Rp 4,7 miliar.

Baca juga: Idrus Marham Belum Tahu Kapan akan Disidangkan Terkait Kasus Suap PLTU 1

Dalam pengembangannya, KPK kembali menetapkan satu orang tersangka pada pertengahan Agustus 2018 lalu, yakni mantan sekjen Golkar Idrus Marham. Mantan menteri Sosial itu diduga sebagai pihak yang membantu Eni untuk mendapatkan uang dari Kotjo. Dalam perkara ini, Idrus disebut juga pernah dijanjikan oleh Kotjo akan mendapatkan bagian fee sebanyak USD 1,5 juta.



Share :
Komentar :

Terkait

Read More