Forgot Password Register

KPK Panggil (Lagi) Staf Ahli Menteri Agama dalam Kasus Romahurmuziy

KPK Panggil (Lagi) Staf Ahli Menteri Agama dalam Kasus Romahurmuziy ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali jadwalkan pemeriksaan saksi terhadap staf ahli menteri agama dalam kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur.

Hari ini, penyidik memanggil Gugus Joko Waskito untuk dimintai keterangan sebagai saksi bagi tersangka Haris Hasanuddin (HRS), mantan Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur.

Sementara Haris sendiri akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Romahurmuziy (Rommy), mantan anggota DPR RI.

Baca juga: KPK Panggil 2 Staf Ahli Menag Jadi Saksi Romahurmuziy

"Hari ini penyidik agendakan pemeriksaan satu saksi dari staf ahli Menteri Agama, Gugus Joko Waskito, untuk menjadi saksi bagi tersangka HRS. Sementara tersangka HRS juga akan dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka RMY," jelas juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Kemarin, Kamis, 11 April 2019, penyidik juga memeriksa staf ahli Menteri Agama, Jenedry. Ia diperiksa sebagai saksi untuk Rommy.

Usai diperiksa Jenedry mengaku tidak tahu apa-apa soal kasus jual beli jabatan di Kementrian Agama Jawa Timur. Ia mengatakan dirinya baru sekitar satu tahun menjadi staf menteri.

"Oh, itu tidak bisa saya komentari. Saya baru satu tahun di Kementerian Agama. Sebelumnya kan saya di mahkamah konstitusi. Saya belum tahu. Saya tidak ada itu. Sepengetahuan saya," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

Jenedry juga mengaku tak tahu terkait hubungan komunikasi antara Rommy dengan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Ia juga mengatakan tak pernah melihat Rommy datang ke Kantor Kementerian Agama.

"Saya tidak pernah bertemu dengan RMY (Romahurmuziy) di Kementerian Agama. Saya tidak pernah bertemu dengan beliau selama ini. Saya baru ya di kementerian Agama," ucapnya.

Dalam kasusnya, Rommy diduga menerima suap sebanyak Rp 250 juta dari Haris dan Rp 50 juta dari Muafaq untuk mempengaruhi proses seleksi pengisian jabatan Kepala di Kemenag Jatim dan Gresik.

Dalam proses seleksi, nama Haris sebenarnya tidak masuk dalam tiga nama calon Kepala Kanwil Kemenag Jatim yang diusulkan ke Menteri Agama. Haris disebut pernah mendapat sanksi disiplin. Kemudian ia menjalin komunikasi dengan Romi dan memberi uang agar anggota DPR itu bisa mempengaruhi hasil seleksi tersebut.

Baca juga: Jadi saksi Rommy, Staf Ahli Menag Tak Tahu Kasus Jual Beli Jabatan

Kemudian pada awal Maret 2019 lalu, Haris telah dilantik.

Kemudian, pada 12 Maret 2019, Muafaq diduga menghubungi Haris dan meminta dipertemukan dengan Romi. Pada 15 Maret 2019 ketiganya bertemu dan Muafaq menyerahkan uang sebanyak Rp 50 juta kepada Romi untuk juga meloloskan dirinya dalam seleksi Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More