Pantau Flash
Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge, Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open

KPK Pindahkan Tempat Tahanan Bupati Mesuji dan 2 Tersangka Lainnya

KPK Pindahkan Tempat Tahanan Bupati Mesuji dan 2 Tersangka Lainnya Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan tempat tahanan tiga tersangka kasus suap pembangunan infrastruktur Kabupaten Mesuji, Lampung. Masing-masing tersangka dipindahkan ke rutan dan lapas berbeda di Lampung. 

"Khamami, Bupati Kabupaten Mesuji dipindahkan dari Rutan Guntur ke Rutan Polda Lampung. Wawan Suhendra, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji dipindahkan dari Rutan Polres Jakarta Pusat ke Lapas Raja Basa Lampung, dan Taufiq Hidayat, Adik Bupati Mesuji dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya ke Lapas Raja Basa Lampung," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (24/5/2019). 

Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan 2 Tersangka Kasus Suap Infrastruktur Mesuji

Ia menambahkan, ketiga tersangka telah dibawa dari Jakarta pukul 04.00 WIB dan sampai di Lampung sekutar 08.30 WIB. Perpindahan itu seiring dengan selesainya berkas penyidikan ketiga tersangka dan akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Lampung.

"Kemarin Kamis (23/5/2019), Penuntut Umum KPK telah melimpahkan dakwaan dan berkas perkara tiga orang tersebut ke Pengadilan Tipikor Tanjung Karang pada PN Bandar Lampung. Berikutnya kami menunggu penetapan jadwal sidang dari pengadilan," jelas Febri.

Dalam kasusnya, Bupati Mesuji Khamami diduga menerima suap sebanyak Rp1,28 miliar dari pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri, Sibron Azis (SA) yang mengerjakan proyek infrastruktur di Pemkab Mejusi.

Uang diberikan lewat beberapa orang perantara. Diduga uang tersebut merupakan bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta Sibron Azis. 

Baca juga: Geledah Tiga Lokasi Terkait Suap Bupati Mesuji, Ini Barang yang Disita KPK

Khamami diduga meminta komitmen fee melalui Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra kepada calon pelaksana proyek, sebelum lelang dilakukan.. Diduga fee tersebut merupakan pembayaran atas empat proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh dua perusahaan milik Sibron.

Adapun empat proyek tersebut antara lain:

a. Satu proyek bersumber dari APBD 2018

- Dikerjakan PT Jasa Promix Nusantara berupa pengadaan base dengan nilai proyek sekitar Rp9,2 miliar 

b. Tiga proyek bersumber dari APBD-P 2018 

- Satu proyek dikerjakan PT Jasa Promix Nusantara yaitu pengadaan bahan material ruas brabasan-Mekarsari sebesar Rp3,75 miliar 

- Dua proyek dikerjakan PT Secilia Putri yaitu pengadaan di Pelabuhan Mulia-Labuhan Baru-Labuhan Batin. Nilai proyek sebesar Rp1,48 miliar dan pengadaan bahan material penambahan kanan-kiri (Segitiga Emas-Muara Tenang) dengan total proyek senilai Rp1,23 miliar.

KPK menduga suap diberikan ke bupati melalui adiknya, Taufik Hidayat. Kemudian uang digunakan untuk kepentingan bupati. Diduga pemberian fee tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya juga telah diterima pemberian lain, yaitu 28 Mei 2018 telah tanda tangan kontrak diterima pemberian sebesar Rp200 juta. Tanggal 6 Agustus 2018 diterima sebesar Rp100 juta.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: