Forgot Password Register

Krisis Air Bersih dan Tercemar, Iran Digoyang Aksi Demonstrasi

Ilustrasi air. (Foto: Pixabay) Ilustrasi air. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Selama beberapa hari belakangan ini, warga di beberapa kota besar di Provinsi Khuseztan di bagian barat-daya Iran menggelar aksi demo karena kurangnya pasokan air bersih dan tercemar.

Banyak orang di Kota Khorrasmshahr, berkumpul di jalan-jalan untuk memprotes kekurangan air minum dan meningkatnya kadar garam pada air yang mengalir di kota tersebut.

Mereka meminta para pejabat menghentikan pengiriman air dari provinsi itu ke wilayah lain. Selain itu, munculnya dugaan penjualan air bersih ke negara yang tetangga memperkeruh suasana.

Baca juga: Veteran 'Keras Kepala' Kini Duduki Kursi Presiden Meksiko

Khorramshahr dan Abadan, dua kota besar utama di provinsi yang kaya akan energi itu, telah menghadapi kekurangan parah air bersih sejak awal musim panas pada Juni.

Menteri dalam negeri Iran membantah laporan bahwa beberapa orang tewas selama aksi demo terkait kekurangan air di Kota Khorramshahr. "Tak ada satupun kasus kematian. Ada satu kasus cedera semalam, dan ia (pemrotes) dibawa ke rumah sakit," kata Abdolreza Rahmani Fazli dalam satu taklimat pada Ahad.

Selain itu, media lokal pada Ahad melaporkan sedikitnya 230 orang keracunan setelah minum air yang tercemar di Kabupaten Ramhormoz di Provinsi Khuzestan.

Baca juga: AS Klaim Cukup Butuh Waktu 1 Tahun Bongkar Program Senjata Korea Utara

Shahyar Mirkheshti, Kepala Pusat Penanganan Peristiwa Medis Darurat di Khuseztan, sebelumnya mengatakan 65 orang telah dirawat di rumah sakit karena keracunan di Kabupaten Ramhormoz.

Iran sedang berjuang menghadapi kelangkaan air yang belum lama ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Para pejabat Iran telah mengakui sistem irigasi dan pertanian yang sudah kuno dan kebijakan penanganan air yang buruk dalam tiga dasawarsa belakangan telah meningkatkan kekurangan air di seluruh negeri itu. Curah hujan di bawah rata-rata telah menambah parah keadaan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More