Forgot Password Register

Krisis Politik Makin Panas, Italia Desak Venezuela Gelar Pemilihan Ulang Presiden

Krisis Politik Makin Panas, Italia Desak Venezuela Gelar Pemilihan Ulang Presiden Pendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido ambil bagian dalam protes terhadap pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela. (Foto: Reuters/Carlos Barria)

Pantau.com - Pemerintah Italia menyerukan Venezuela agar menyelenggarakan pemilihan presiden baru yang demokratis dan bebas, pada Selasa (12 Februari 2019)

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan Menteri Luar Negeri Enzo Moavero Milanesi menyepakati satu teks resolusi mengenai Venezuela setelah pertemuan di kediaman PM Italia di Roma, yang kemudian menyerahkannya kepada Parlemen.

Ketika berbicara di Parlemen, Menlu Milanesi menggarisbawahi keprihatinan Italia mengenai situasi kemanusiaan di Venezuela dan keinginannya untuk memproduksi pilihan penyelesaian krisis politik itu. Ia menambahkan pemerintah mendukung penyelesaian damai dan menolak segala bentuk kerusuhan di negeri itu.

Roma tidak percaya pemilihan presiden terakhir di Venezuela memberi sumbangan bagi keabsahan demokratis Presiden Nicolas Maduro, kata Milanesi, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang, 13 Februari 2019.

Baca juga: Turki: Negara yang Mengakui Guaido sebagai Presiden Sementara Picu Krisis Venezuela

Ia mendesak diselenggarakannya pemilihan umum yang demokratis sesegera mungkin di Venezuela. Diplomat senior Italia tersebut menyatakan peristiwa di Venezuela dipantau secara seksama oleh masyarakat internasional.

"Menurut pemerintah, situasi di Venezuela sangat rumit dan kekerasan baru mungkin terjadi," katanya. Ia menambahkan, pemilihan umum baru akan berfungsi sebagai jalan ke luar.

Sebaliknya, mitra koalisi anti-kemapanan, Gerakan Lima Bintang (M5S) mengatakan, kelompok tersebut tidak mendukung Maduro maupun Juan Guaido, yang secara sepihak mengumumkan diri sebagai Presiden sementara.

Baca juga: Maduro Tolak Ultimatum Uni Eropa Soal Pemilihan Ulang Presiden

Pada awal pekan ini, Guaido mengirim delegasi ke Italia dan Vatikan, yang tidak mengakui dia sebagai presiden sementara Venezuela. Delegasi yang mewakili Guaido itu bertemu dengan menteri luar negeri serta Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini, sebelum pergi ke Kota Vatikan.

Sikap abstein Italia secara terbuka mendukung Guaido menghalangi Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengakui kepresidenan sementara Guaido.

Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari, ketika Presiden Nicola Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua, setelah pemungutan suarat yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat ketika pemimpin oposisi Guaido mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari, tindakan yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa serta Amerika Latin. Rusia, Turki, China, Iran, Bolivia, dan Meksiko telah memberi dukungan buat Maduro.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More