Forgot Password Register

KSPI Soal Tenaga Kerja Asing: Jokowi Gagal Melindungi Buruh

Diskusi Ngopi Ngerumpi. (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio) Diskusi Ngopi Ngerumpi. (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

Pantau.com - Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi, menilai Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) merupakan puncak kegagalan pemerintahan Joko Widodo dalam memperhatikan aspirasi kaum buruh. 

"Pak Jokowi telah gagal dalam menjalankan pemerintahannya, gagal dalam melindungi buruh Indonesia. Bisa juga berkhianat terhadap konstitusi. Amanah-amanah Konstitusi peninggalan Founding Fathers diabaikan, bahkan dikhianati oleh Presiden," ujar Rusdi di Sekretariat ILEW, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2018). 

Baca juga: Sepakat dengan Gerindra, PKS Dukung Pembentukan Pansus Angket TKA

Rusdi menambahkan, tenaga kerja asing harus disoroti karena dalam dua tahun terakhir jumlah TKA bertambah drastis.

"Perpres Nomor 20 tahun 2018 ini melengkapi Permenaker Nomor 35 Tahun 2015 yang salah satunya menghilangkan kewajiban TKA untuk bisa berbahasa Indonesia. Bukan hanya itu, dalam 2 tahun terakhir ini TKA meningkat dari 70 ribu meningkat hingga 126 ribu, itu data dari Kementerian Tenaga Kerja," ujarnya.

Baca juga: KSPSI Dukung Penuh Perpres Tenaga Kerja Asing

Oleh karena itu, dalam aksi demonstrasi memperingati hari buruh 1 Mei 2018, pihaknya akan menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah. 

"Ada hal penting yang akan kita sampaikan. Pertama, turunkan harga dasar listrik dan bahan pokok pangan. Kedua, cabut peraturan tentang upah murah. Ketiga, stop Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang unskill. Plus stop perbudakan modern, dan juga stop outsourching," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More