Pantau Flash
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games
Kabar Buruk, PHK Pekerja Nissan Bertambah Hingga 10.000

Lagi, Polisi Batal Periksa Saksi Soal Penganiayaan Anggota KPK

Lagi, Polisi Batal Periksa Saksi Soal Penganiayaan Anggota KPK Gedung Polda Metro Jaya (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya batal memeriksa dua saksi dari pihak pelapor terkait kasus penganiayaan penyelidik Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, penyidik berencana meminta keterangan dari anggota Biro Hukum KPK dan Direktur Monitoring KPK dalam pengusutan kasus itu.

"Rencana memang akan diperiksa hari ini tapi ditunda kembali," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Operator CCTV dan Resepsionis Jadi Saksi dalam Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

Saat disinggung mengenai alasan ditundanya kembali pemeriksaan itu, Argo enggan menjelaskannya secara merinci. Ia hanya mengatakan bahwa penyidik terus berkomunikasi dengan KPK terkait pengagendaan ulang pemeriksaan itu.

"Nanti kita tunggu, kita sudah komunikasikan terus untuk memeriksa korban seperti apa. Mungkin ada data yang belum lengkap. Nanti kita komunikasikan kembali," tandas Argo.

Diberitakan sebelumnya, anggota Tim Biro Hukum KPK Indra Mantong Batti bersama dengan penyelidik KPK Muhamad Gilang Wicaksono melayangkan laporan terkait kasus penganiayaan ke Polda Metro Jaya.

Baca juga: KPK: Hasil Visum Anggota yang Dianiaya Telah Diserahkan ke Polisi

Laporan itu telah terdaftar sejak Minggu, 3 Februari 2019 pukul 14.30 dan diterima oleh Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Selain itu, dalam laporan itu juga pihak terlapor yang masih dalam lidik itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP. 

Lebih jauh, dalam pelaporan itu juga tertulis insiden penganiayaan itu terjadi pada saat korban dan saksi sedang bertugas pencarian data di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. 

Kemudian, korban dan saksi didatangi oleh lebih kurang 10 orang. Tak lama kemudian, saksi dan korban terlibat cekcok mulut. Kemudian terlapor memukuli korban menggunakan tangan kosong yang menyebabkan korban mengalami retak di hidung, luka memar, dan robek di wajah.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: