Pantau Flash
Nadiem Kembalikan USBN pada Esensi Sistem Pendidikan Nasional
Tim Panahan Fokus Olimpiade 2020 Tokyo Seusai SEA Games 2019
Kemendikbud Sebut UN Akan Diganti Sistem Penalaran
88 Proyek Strategis Nasional Bernilai Rp421,1 Triliun Selesai Akhir 2019
Herry IP: Wahyu/Ade Tidak Jauh Berbeda dengan Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra

Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat

Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat Panel surya (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Kalimatan adalah daerah yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Ibu Kota Indonesia yang baru. Tepatnya sih di Kalimatan Timur, tapi jelas kondisi ini akan membuat beberapa wilayah Kalimantan lainnya ikut berbenah. 

Dalam hal ini, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengakui menerima informasi masih adanya wilayah di Provinsi Kalimantan Barat yang belum terlistriki, khususnya di Kabupaten Landak. Wilayah tersebut umumnya karena berada di lokasi yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik PLN. Untuk itu, Jonan menyarankan agar sumber-sumber energi setempat dimanfaatkan sebagai sumber energi, jika tidak ada sumber energi yang bisa dimanfaatkan maka dapat menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

"Ada beberapa wilayah di Kabupaten Landak yang belum terlistriki. Berdasarkan informasi, Kabupaten Landak memiliki sumber energi alternatif seperti air terjun kecil-kecil, itu bisa kita manfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang kecil-kecil yang mungkin sekitar 10 Kw atau 20 Kw, itu cepat pembangunannya, mestinya tahun 2019-2020 bisa selesai, karena target Pemerintah tahun 2020 semua rumah harus sudah ada penerangan," ujar Jonan.

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Kementerian ESDM terus berupaya keras untuk mewujudkan keadilan di sektor energi dengan menyediakan energi secara merata bagi bangsa Indonesia, tentunya dengan harga terjangkau. Tercetusnya program LTSHE merupakan inovasi kebijakan baru yang mulai digulirkan di tahun 2017 dengan target memasang LTSHE bagi sekitar 350.000 rumah tak berlistrik.

Wilayah Kalimantan Barat sendiri, di tahun Anggaran 2019 ini mendapat alokasi sebanyak 4.507 LTSHE yang tersebar di 3 Kabupaten, yakni Landak (773 unit), Sintang (1.422 unit) dan Kabupaten Melawi (2.313 unit). Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE) memastikan seluruh LTSHE sudah terpasang minggu ini, karena hanya tersisa 109 unit LTSHE untuk dipasang di Desa Teluk Harapan, Kabupaten Sintang.

Tahun 2018 lalu, Kalimantan Barat juga sudah mendapat alokasi pembagian LTSHE untuk 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Kapuas Hulu, dengan total sebanyak 2.458 unit LTSHE. Penerima LTSHE untuk Kabupaten Landak terdiri dari Desa Temahar sebanyak 273 unit, Desa Permit sebanyak 136 unit dan Desa Sejower sebanyak 120 unit.

General Manager PLN UIW Kalimantan Barat Agung Murdifi mengatakan, Kabupaten Landak merupakan kabupaten yang memiliki rasio elektrifikasi terendah dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan Barat. Rasio elektrifikasi Kabupaten Landak hanya 55 persen dan rasio desa berlistriknya masih 73 persen, sehingga masih terdapat 27  persen desa yang belum berlistrik.

"27 persen desa yang belum berlistrik bukan karena ketidakmampuan PLN, namun karena sulitnya akses transmisi listrik PLN untuk menjangkau ke desa mereka," ujar Agung.

Baca juga: Darmin Beri Pesan untuk Kemenhub dan Kemendag Soal Ekonomi Modern

Selanjutnya menjelaskan, PLN akan berusaha melistriki desa-desa belum berlistrik tersebut dengan menghubungkannya dengan jaringan transmisi PLN jika memungkinkan, namun jika secara teknis sulit dijangkau oleh jaringan PLN, maka sesuai dengan saran Menteri ESDM, PLN akan memasang PLTS atau PLTMH (bila ada potensi air), ditambah pemasangan LTSHE dari Kementerian ESDM untuk desa-desa yang belum berlistrik tersebut.

"Kita akan melihat daerah-daerah yang sulit dan belum terlistriki. Seperti yang disampaikan Pak Menteri ESDM tadi kita akan coba pasang PLTS atau PLTMH, tapi kita akan lihat dulu potensi mana yang lebih memungkinkan, jika ada potensi hidro kita pasang hidro yang 10 Kw atau 20 Kw dan ketika tidak ada potensi hidro maka kita akan pasang PLTS untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik," ujar Agung.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: