Forgot Password Register

Lewati Dua Kali Adu Penalti, Kroasia Harus Bisa Jaga Kondisi

Luka Modric. (Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach) Luka Modric. (Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach)

Pantau.com - Setelah berhasil lolos ke semifinal Piala Dunia 2018 dengan melewati dua kali pertandingan melelahkan hingga adu penalti, kini Kroasia harus bisa memulihkan kondisi kebugaran para pemainnya. Maklum, tim arahan Zlatko Dalic itu akan menghadapi pertandingan semifinal melawan Inggris Rabu 11 Juli 2018.

Ya, Luka Modric dengan perannya di lapangan tengah menjadi pemain terbaik pada pertandingan perempatfinal melawan Rusia. Untuk ketiga kalinya dalam lima kali panampilan di Piala Dunia 2018 ini ia selalu tampil impresif, tapi tampaknya para pemain Kroasia lainnya tidak harus selalu bertumpu pada peran gelandang Real Madrid tersebut.

Di lini depan, Mario Mandzukic masih kurang produktif dalam mencetak gol. Ia baru mencetak satu gol dalam lima pertandingan, demikian juga dengan peran pemain Inter Milan, Ivan Perisic dan Ante Rebic (Eintract Frankfurt) yang penampilannya belum memuaskan.

Di lapangan tengah, Ivan Rakitic, yang di Barcelona sering disebut sebagai pemain kunci, dalam tim Piala Dunia kali ini belum menunjukkan perannya seperti ketika main di klub.

Baca Juga: Kroasia Hentikan Laju Rusia di Piala Dunia 2018


Di lini belakang, para pemain top Kroasia juga tidak dapat menjaga keunggulannya ketika Mario Fernandes dapat menjebol gawang Kroasia untuk menyamakan kedudukan di perpanjangan waktu.

Para pemain Kroasia juga sering terlihat malas untuk menyerang, dan komentar Modric usai pertandingan mengisyaratkan adanya kekurangan dalam timnya yang nantinya bisa berdampak buruk.

"Tim Rusia bemain sangat bagus, khususnya di babak pertama, mereka mengejutkan kami, mereka menekan kami, mereka membuat permainan kami sulit berkembang. Kami tidak ingin mengambil risiko atas sejumlah tembakan-tembakan umpan Rusia ketika tim kami sudah unggul," kata Modric.

Modric mengakui kalau timnya bisa saja mengakhiri laga tanpa harus melalui penalti. Sayangnya, takdir mengharuskan Kroasia melewati babak tos-tosan tersebut.

"Di babak kedua dan perpanjangan waktu, kami bisa mendominasi lapangan dan seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan tanpa harus adu penalti. Namun mungkin sudah tertulis di langit bahwa kami harus melewati drama itu," ujarnya.

Dari dua pertandingan sebelumnya, Kroasia menunjukkan bahwa para pemainnya memiliki mental yang kuat dalam menghadapi kemungkinan adu penalti. Melawan Inggris akan menjadi laga pembuktian apakah Vatreni -julukan Timnas Kroasia- mampu melampaui catatan positif yang dibuat pada 1998.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More