Pantau Flash
Gokil! Olimpiade Tokyo 2020 Perkenalkan Robot Canggih nan Futuristik
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games

Lima Preman Kampung Pengancam Anggota Dishub Akhirnya Diringkus Polisi

Lima Preman Kampung Pengancam Anggota Dishub Akhirnya Diringkus Polisi Preman kampung yang diamankan polisi (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Lima preman kampung yang mengancam akan membunuh petugas Dishub Jakbar akhirnya ditangkap polisi. Lima preman itu, yang salah satunya wanita, tak terima ditegur petugas saat berada di jalanan daerah Kembangan.

Belakangan dari hasil pemeriksaan, para pelaku nekat melakukan hal itu lantaran di bawah pengaruh alkohol dan ganja.

Kelima tersangka itu adalah YP (23), AP (38), BK (31), A (28), dan FN (29). Kejadian bermula saat dua di antaranya tengah berkendara sepeda motor di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu, 3 Februari 2019.

Baca juga: Terungkap! Motor yang Dirusak Adi Saputra Dibeli di Facebook Seharga Rp3 Juta

Kala itu, YP dan AP menerobos lampu merah di sekitar lokasi. Sehingga, petugas Dishub pun menegur dan memberhentikannya. Akan tetapi, kedua tersangka tak terima dan justru mengancam anggota Dishub itu.

"Mereka mengancam akan membunuh salah seorang anggota Dishub itu. Mereka juga menyebut kalau mereka merupakan warga asli sana," ucap Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handoko di Polsek Kembangan, Jumat (9/2/2019).

Anggota Dishub yang mendapat ancaman itu pun tak memperpanjang masalah dengan memintanya untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kedua tersangka itu justu akan kembali dengan membawa rekan-rekannya. 

Tak lama waktu berselang, benar saja, dua tersangka itu pun kembali dengan membawa tiga orang rekannya. Tanpa basa-basi, kelima orang itu langsung mencari anggota Dishub tersebut.

Meski tak sempat memukul atau menganiaya anggota Dishub itu, keributan sempat direkam oleh warga sekitar yang kemudian diunggah ke media sosial sehingga menjadi viral.

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra menambahkan dengan bukti rekaman video yang telah beredar. Sehingga pihaknya langsung menyelidikinya.

Baca juga: Adi Saputra Sang Pembanting Motor: Kemarin Songong, Sekarang Nangis Kejer

"Kami selidiki dan tidak lama kemudian berhasil menangkap para pelaku di beberapa lokasi berbeda," ucap Dimitri.

Usai ditangkap, para pelaku langsung digelandang ke Mapolsek guna pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, disimpulkan bahwa YP yang menjadi otak pengancaman itu. 

Sedangkan, empat tersangka lainnya dijerat dengan undang-undang narkoba karena terbukti mengonsumsi ganja.

"Sebelum insiden itu terjadi mereka mabuk-mabukan dulu. Mereka juga terbukti positif mengonsumsi ganja" papar Dimitri.

Dengan bukti-bukti tersebut, tersangka YP terancam hukuman maksimal lima tahun lantaran dianggap melanggar pasal 335 dan pasal 212 KUHP tentang mengancam dan melakukan kekerasan terhadap petugas. Sementara lima pelaku lainnya langsung menjalani rehab lantaran jadi pengguna ganja.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional