Forgot Password Register

LPOI Minta Bendera Tauhid Tak Dijadikan Alat Kampanye

LPOI Minta Bendera Tauhid Tak Dijadikan Alat Kampanye Diskusi Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) (Foto:Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta kepada semua pihak untuk tidak berkampanye menggunakan bendera berkalimat tauhid di Pemilu 2019. Hal itu dilakukan agar menghindari konflik yang tak diinginkan dan cukup lah kejadian pembakaran kemarin jadi pelajaran.

"Bayangin aja kalau kampanye di lapangan dari grup ini bawa bendera Tauhid, grup ini bawa bendera lain, nantinya jadi perang di lapangan gara-gara bendera Tauhid. Nggak boleh bawa-bawa agama," ujar Sekretaris Jenderal LPOI Lutfi A. Tamimi di Kantor LPOI, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Baca juga: Ketua PBNU Sentil Polri soal Bendera Tauhid

Dirinya meminta ketegasan dari pemerintah untuk lebih galak lagi melarang penggunaan atrubut lain selain dari kepartaian hal itu juga diatur dalam PKPU No.23 tahun 2018. Yang jelas pihaknya tak mau negara menjadi gaduh apalagi di tahun politik seperti sekarang.

"Nah itu makanya kita jangan sampai nanti ribut, dibawa konflik agama segala macam. LPOI, 14 ormas, ini sudah mewakili semuanya, meminta jangan ada bendera tauhid," ungkapnya.

Lebih lanjut, lembaga yang di komandoi Said Aqil Siradj itu menyerahkan terkait penindakannya kepada lembaga-lembaga terkait seperti KPU, Polri hingga Kemendagri. Menurutnya, saat ini pihaknya telah memberikan imbauan.

"Kami ormas hanya meminta. Mau suruh berkelahi silakan, mau ikut LPOI silakan. mau bawa bendera apa saja silakan tapi jangan bendera tauhid. sudah cukup kemarin itu pelajaran jangan diulangi lagi," tegasnya.

Baca juga: Massa Pendemo Desak Pemerintah Akui Bendera Tauhid, Ini Jawaban JK

"Ini tidak ada urusan. mereka bicara tentang kursi, bukan tentang agama. ya kan? sudah pakai mahar, sudah pakai ini itu sekarang bawa-bawa bendera tauhid lagi. Kasihan ormas. setiap ada pemilihan segala macam yang ribut," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More