Forgot Password Register

Lulus Kuliah Ingin Buka Usaha? Coba Cek Risiko Bisnis Ini

Lulus Kuliah Ingin Buka Usaha? Coba Cek Risiko Bisnis Ini Pasar Tanah Abang (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Lulus kuliah dan mendapatkan pekerja menjadi idaman bagi generasi muda saat ini, tapi kadang rencana tidak seindah yang ditakdirkan tuhan. Tidak banyak dari mereka yang akhirnya memilih usaha mandiri seperti kuliner atau usaha jasa. Perlu diingat semua jenis usaha tentunya memiliki risiko yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebelum melangkah lebih jauh yuk cek konsekuensi berbisnis mandiri.

Satu hal yang sering kali membuat pengusaha gagal apalagi jika dia pemula adalah tidak mengerti risiko bisnis, dan akhirnya gagal mengantisipasinya. Risiko bisnis memang kurang terpantau manakala kita belum ahli dalam usaha tersebut. Setidaknya jika Anda akan memulai sebuah usaha, 3 risiko bisnis ini perlu anda pahami terlebih dahulu:

1. Modal Usaha

Ingat ini bisnis pemula, tentunya membutuhkan banyak dana. Perlu diingat modal yang anda keluarkan harus kembali dengan jumlah yang sama, jangan sampai perhitungan uang modal justru masuk kekantong laba. Kesalahan terbesar dalam memulai bisnis pemula biasanya modal awal yang dikeluarkan tidak sesuai perhitungan awal sehingga kadang anda meminjam uang atau mengeluarkan uang pribadi untuk menutupi kekurangan modal.

Baca juga: Kenapa Generasi Millennials Wajib Punya e-Money?

2. Barang Dagangan Tak Laku


Ini risiko yang kerap menyelimuti pebisnis muda. Karena terbawa ueforia jenis barang yang ngehits saat ini akhirnya hanya jadi pedagang follower. Pilihkan jenis dagangan berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari customer. Jika sudah menentukan pilihan dagangan, jangan lupa untuk menargetkan penjualan. Sama seperti sales, pebisnis mandiri juga harus punya target kapan barang di tokonya harus habis.

3. Partner Bisnis


Jika usaha yang dijalankan pure milik pribadi persoalan paling hanya berkutat pada pengajian karyawan. Namun, jika bisnis yang anda bangun merupakan bisnis 'patungan' dengan teman, jangan sungkan untuk menulis semua pengeluaran dari kedua belah pihak. Ingat dalam hal bisnis dilarang memiliki prinsip harga teman atau sungkan. Tidak jarang beberapa bisnis yang dibangun atas dasar pertemanan akhirnya gulung tikar karena pengeluaran yang tiba-tiba membengkak tetapi tidak masuk dalam laporan keuangan. Itu baru persoalan keuangan, belum jika ditengah jangan terjadi perbedaan prinsip dalam konsep penjualan.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More