Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Mahasiswa Blokir Jalan di Depan Kantor DPRD Sumatera Selatan

Mahasiswa Blokir Jalan di Depan Kantor DPRD Sumatera Selatan Ribuan mahasiswa memblokade jalan POM IX di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (24/9). (Foto: Antara/Aziz Munajar

Pantau.com - Ribuan mahasiswa gabungan dari perguruan tinggi Sesumatera Selatan memblokir jalan POM IX di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan, sebagai bagian dari aksi demonstrasi mereka.

Pantauan di lokasi, Selasa (24/9/2019), ribuan mahasiswa tersebut berkumpul di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan sekitar pukul 10.00 WIB, mereka menutup akses jalan sembari berorasi, massa sempat merobohkan pagar sebelum akhirnya dihalau mundur polisi.

"Mahasiswa menolak pelemahan KPK dalam bentuk apapun," kata salah seorang mahasiswa saat berorasi.

Baca juga: Ada Aksi Demo di DPR, Polisi Siapkan Kawat Berduri hingga Rekayasa Lalin

Selain menolak pemahan KPK, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap RUU KUHP, kabut asap, kekerasan di Papua, konflik agraria, RUU Pertanahan, RUU PKS, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan, represi aparat, RUU Ketenagakerjaan, dan pemindahan Ibukota Negara.

Massa didominasi mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang memakai jaket alma mater berwarna biru muda dan almamater Universitas Sriwijaya berwarna kuning, massa juga membawa berbagai bendera ormawa dan spanduk berisi kalimat protes.

Aksi mahasiswa tersebut bertetapatan dengan pelantikan anggota DPRD Sumatera Selatan periode 2019-2023 yang akan dilantik pukul 14.00 WIB, tampak halaman Kantor DPRD Sumsel dipenuhi karangan bunga dan sudah steril dari berbagai aktivitas. 

Baca juga: Mahasiswa Siapkan Puncak Aksi Demontrasi Hari Ini

Aksi mahasiswa mendapat pengamanan kerat dari aparat keamanan gabungan polisi dan TNI, nampak mobil water canon parkir tepat di depan barisan mahasiswa yang menduduki jalan.

"Kawan-kawan kami sudah melakukan aksi di beberapa daerah, maka kami merasa sangat perlu merapatkan barisan dengan menggelar aksi juga," ujar salah seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya, M Rafiq.

Hingga pukul 11.40 WIB mahasiswa masih bertahan memblokade jalan. Pada sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM, Wiranto, telah menyerukan mahasiswa agar jangan turun ke jalan melainkan menggelar dialog dengan pemangku kepentingan dalam menyuarakan aspirasi mereka. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: