Forgot Password Register

Malaysia Minta Warganya di Jatim Siaga Penuh Pasca Serangan Bom Bunuh Diri

Malaysia Minta Warganya di Jatim Siaga Penuh Pasca Serangan Bom Bunuh Diri Ledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Pemerintah Malaysia secara keras mengecam pemboman di Kota Surabaya yang menargetkan tiga gereja, rumah susun dan termasuk upaya penerobosan yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Malaysia melalui Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Pemerintah Malaysia menyatakan kesedihan yang mendalam baik kepada pemerintah Indonesia dan juga masyarakat yang terkena imbas peristiwa tersebut.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta juga akan terus memonitor perkembangan situasi secara rinci dan akan memperketat koordinasi dengan otoritas di Indonesia.

Baca juga: Polisi Kembali Tangkap Empat Terduga Teroris di Wilayah Jatim

Menanggapi peristiwa ini, pemerintah Malaysia juga meminta warga negaranya yang berada di Surabaya untuk tetap waspada dan mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pihak berwenang setempat.

Bagi para warga negara Malaysia yang memerlukan bantuan dapat menghubungi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Sejumlah negara sahabat juga menyampaikan pernyataan sikap dan belasungkawa atas peristiwa teror yang terjadi di Surabaya.

"Pemerintah Korea Selatan mengecam keras teror bom yang terjadi di gereja-gereja di Kota Surabaya, pada pagi 13 Mei waktu setempat," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Chang-beom Kim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (13/5).

Baca juga: Polisi Temukan Sisa Bom di Rumah Terduga Teroris Surabaya

Pemerintah Korea Selatan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga korban yang ditinggalkan dan semoga semua korban luka dapat segera pulih.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono turut menyampaikan rasa simpati serta belasungkawa kepada para korban meninggal beserta keluarga mereka, serta simpati yang mendalam kepada seluruh korban luka yang saat ini dalam perawatan di rumah sakit.

"Saya merasa terkejut dan sangat marah, teror serta tindakan tirani semacam ini dengan alasan apapun tidak bisa dimaafkan. Kami mengutuk dengan keras aksi tersebut," ujar Menlu Kono.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More