Forgot Password Register

Mantan Jubir Kampanye Trump Disebut 'Otak' Intervensi Rusia dalam Pilpres AS 2016

Paul Manafort. (Foto: Reuters/Brian Snyder) Paul Manafort. (Foto: Reuters/Brian Snyder)

Pantau.com - Mantan ketua kampanye Presiden Donald Trump, Paul Manafort, yang didakwa oleh Penasihat Khusus Amerika Serikat Robert Mueller, berusaha mengelabui saksi potensial.

Hal itu disampaikan oleh Penasihat dan Utusan Khusus Amerika Serikat, Robert Mueller. Ia meminta hakim pengawas perkara di Pengadilan Distrik AS untuk District of Columbia mencabut putusan bebas terhadap Manafort jelang persidangan lalu. 

Manafort dibebaskan menjadi tahanan rumah setelah didakwa pada Oktober.

Baca juga: Menanti Sikap Donald Trump Terkait Dugaan Keterlibatan Rusia Dalam Pilpres AS 2016

Mueller mendakwa Manafort di pengadilan federal di Virginia dan Washington, D.C. dengan serangkaian tuduhan atas pencucian uang dan gagal mendaftar sebagai mata-mata asing, penipuan bank dan pajak. 

Sementara itu, Staf Khusus FBI Brock Domin mengatakan, Manafort telah berusaha untuk menelepon, menulis dan mengirim pesan yang terenkripsi pada Februari kedua orang dari The Hapsburg Group, perusahaan yang bekerja dengannya untuk mempromosikan kepentingan Ukraina.

FBI memiliki dokumen dan pernyataan dari dua orang, dan catatan telepon serta dokumen Manafort yang menunjukkan bahwa mantan Juru Bicara kampanye Donald Trump telah mencoba untuk berkomunikasi.

Baca juga: Ini Kata Wanita Arab Saudi Setelah Dapatkan Lisensi Mengemudi

Mueller mendesak Hakim Amy Berman Jackson untuk segera menjadwalkan sidang pada apakah akan mengubah kondisi pembebasan Manafort, yang dapat menyebabkan Manafort masuk penjara.

Pengadilan Washington akan dimulai pada 17 September.

Trump membantah bersekongkol dengan Rusia dan menyebut penyelidikan Mueller sebagai "perburuan penyihir".

Share :
Komentar :

Terkait

Read More