Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

Mantan Pimpinan Banggar DPR Akui Tak Tahu Soal Pembahasan Khusus DAK Kebumen

Mantan Pimpinan Banggar DPR Akui Tak Tahu Soal Pembahasan Khusus DAK Kebumen Kahar Muzakir (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir mengaku tak tahu apakah DPR pernah membahas secara khusus terkait DAK Pemkab Kebumen. Hal itu ia katakan saat dikonfirmasi wartawan usai diperiksa menjadi saksi di Gedung KPK. 

"Wah, itu enggak tau saya," kata Kahar di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: KPK Geledah Rumah Dirut Jasa Marga

Kader Golkar itu dimintai keterangan oleh penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka kasus suap DAK Pemkab Kebumen, Taufik Kurniawan yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI.

Ia diperiksa dengan kapasitasnya sebagai pimpinan Badan Anggaran (Banggar) di DPR kala itu. Kahar diperiksa selama kurang lebih lima jam. Ia mengaku dimintai keterangan mengenai tentang APBN-P 2016 dan hanya ditanya tujuh pertanyaan. 

"Saya dimintai keterangan tentang APBN-P 2016. Pertanyaannya cuma tujuh," ucapnya.

Dalam kasus ini, KPK menduga Taufik Kurniawan membantu meluluskan dana alokasi khusus (DAK) untuk Pemkab Kebumen. Keterlibatan Taufik terungkap berdasarkan pengakuan Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad di persidangan.

Baca juga: Tiga Anggota DPR Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Taufik Kurniawan

Yahya diduga menyiapkan dana imbalan sebanyak 5 persen untuk Taufik dari total anggaran yang diterima Pemkab Kebumen. Ada pun dalam APBN-P 2016, Pemkab Kebumen mendapat DAK sebanyak Rp93,37 miliar. 

KPK menduga total uang yang diterima Taufik sebanyak Rp3,65 miliar yang diserahkan secara bertahap di hotel Semarang dan Yogyakarta. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional