Forgot Password Register

Mantan Sekda Depok Jalani Pemeriksaan Perdana Setelah Berstatus Tersangka

Mantan Sekda Depok Jalani Pemeriksaan Perdana Setelah Berstatus Tersangka Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Tersangka korupsi pelebaran Jalan Nangka, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto, memenuhi panggilan penyidik Tipikor Polresta Depok hari ini, Rabu (12/9/2018).

Harry Prihanto tiba di Polresta Depok, dengan didampingi enam orang kuasa hukumnya. Mantan pejabat Pemerintah Kota Depok tahun 2014-2016 ini melenggang masuk menuju ruangan penyidik Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok.

Salah satu kuasa hukum Harry Prihanto, yakni Ahmar Ihsan Rangkuti menegaskan, tersangka kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka tersebut telah siap menjalani pemeriksaan.

"Ya, sesuai permintaan minggu lalu, Pak Harry Prihanto sudah siap untuk diperiksa," ujar Ahmar.

Baca juga: Berstatus Tersangka, Polisi Segera Panggil Mantan Wali Kota Depok

Ahmar menjelaskan, tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi pemeriksaan kali ini. Seperti diketahui sebelumnya, Harry sudah diperiksa penyidik bersama 86 orang saksi lainnya saat penyelidikan kasus ini beberapa waktu lalu.

"Secara garis besar beliau akan konsisten dengan keterangan yang sudah pernah beliau sampaikan ditahap penyelidikan. Saya kira enggak ada persiapan khusus," katanya.

Sementara itu, Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto menegaskan pihaknya akan mengedepankan profesionalitas dalam menangani kasus korupsi Jalan Nangka.

"Tentunya penyidik bertindak sesuai prosedur, dan mekanisme penyidikan. Nanti kita lihat apa hasil penyidikannya," katanya.

Baca juga: Dalih Pemulihan Kesehatan, Nur Mahmudi Mangkir Pemeriksaan Polres Depok

Seperti diketahui, Harry Prihanto sempat mangkir dari pemeriksaan polisi Minggu lalu. Menurut Kuasa hukum eks Sekda Depok ini, Munggu lalu clientnya tidak bisa hadir karena harus menghadiri kegiatan di wilayah Cirebon yang tidak bisa diwakilkan.

Awal penanganan kasus Kasus korupsi Jalan Nangka ini, dilakukan oleh Polresta Depok sejak November 2017. Pada 20 Agustus 2018 Polisi akhirnya menetapkan Harry Prihanto bersama mantan Wali Kota Depok periode 2006-2016 Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka.

Proyek pelebaran Jalan Nangka sepanjang 500 meter X lebar 6 meter yang menggunakan APBD Depok Tahun Anggaran 2015 itu diduga fiktif dan merugikan negara mencapai Rp10.7 miliar.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More