Forgot Password Register

Headlines

Mantap Jiwa! Indonesia Berpotensi Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Perusahaan energi atom milik pemerintah Rusia (Foto: Instagram/Rosatom) Perusahaan energi atom milik pemerintah Rusia (Foto: Instagram/Rosatom)

Pantau.com - Rosatom, perusahaan energi atom milik pemerintah Rusia, pekan lalu membahas peluang bisnis di sektor kelistrikan di Indonesia saat menerima kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin oleh pejabat Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Bisnis Jawa Timur dan Nusa Tenggara PT PLN Persero, Djoko R. Abumanan, mengunjungi kantor pusat Rosatom di Moskow untuk pertemuan bisnis, yang masuk dalam rangkaian lawatan selama lima hari.

Pertemuan antara PLN dan Rosatom dalam rangka kunjungan ke fasilitas Rosatom adalah yang pertama kali dilakukan oleh jajaran manajemen senior perusahaan listrik terbesar Indonesia tersebut.

Baca juga: PLN Pastikan Sistem Kelistrikan di Jawa-Bali Berangsur Normal

Presiden Rosatom Overseas Evgeny Pakermanov, yang menyambut delegasi Indonesia, mengatakan dalam siaran pers, Indonesia selalu menjadi mitra strategis untuk Rosatom dan pihaknya senang dengan kunjungan PT PLN.

"Saat ini Indonesia telah menjadi pasar dengan potensi yang besar, kebutuhan listrik di Indonesia pun akan terus meningkat kedepannya dan kami senang mendukung PLN untuk memenuhi kebutuhan tersebut di masa mendatang," kata Pakermanov saat menyambut delegasi Indonesia di kantor Rosatom di Moskow.

Indonesia saat ini belum memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir skala komersial untuk memenuhi kebutuhan listrik. Pengembangan PLTN pun masih dalam perdebatan, meski pemerintah sudah mulai menyusun peta jalan pengembangan pembangkit tenaga nuklir.

Baca juga: Salut! Begini Liak Liuk Tim Ekspedia PLN Menembus Papua

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2018-2027 yang disetujui pemerintah, bauran energi untuk pembangkitan masih akan didominasi oleh batubara sekitar 54.4 persen, energi baru dan terbarukan (EBT) sebanyak 23 persen, gas 22 persen dan BBM 0,4 persen.

Selama lawatan, selain mengadakan pembicaraan bisnis dengan Rosatom, delegasi Indonesia juga mengunjungi fasilitas Rosatom, termasuk pembangkit tenaga nuklir NPP Novovoronezh dan MEPhl, universitas teknik nuklir terkemuka di Rusia.

Kunjungan ke MEPhl untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengembangan sumber daya dalam industri. Mendidik sumber daya yang berkualitas merupakan bagian integral dari keberhasilan program nuklir.

"Kunjungan ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai peluang bisnis yang dapat dicapai dengan Rosatom dan penerapannya di Indonesia. Hal ini merupakan pengalaman berharga bagi kami, dengan berkesempatan mengunjungi pembangkit listrik tenaga nuklir dan menjadi saksi langsung teknologi di belakangnya," kata PLN dalam pernyataan.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More