Forgot Password Register

Marak Aksi Teror, Fadli Zon: RUU Terorisme Jangan Jadi Dalih Lengahnya Aparat

Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti) Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tak terima aksi teroris yang terjadi di Indonesia dilatari Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme yang tak kunjung rampung.

Menurut Fadli, aksi teror terjadi karena keamanan yang menurutnya lengah mengantisipasi serangan terorisme.

"Jangan berdalih karena Undang-Undang ini belum selesai, kemudian ada tindakan terorisme. Kita tidak ingin itu menjadi dalih, menjadi alasan ketidakmampuan aparat keamanan di dalam mengamankan negara kita," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Baca juga: Pemerintah Minta Kewenangan dalam RUU Terorisme, Fahri Hamzah: Itu Bahaya!

Waketum Gerindra itu mengatakan, RUU Terorisme tak kunjung rampung karena pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), Polri, dan TNI beberapa kali meminta menunda pengesahan RUU lantaran tidak adanya kesepahaman yang sama di kubu pemerintah.

"Kan itu (RUU Terorisme) saya kira akan bisa selesai karena selama ini juga delay disebabkan di pemerintah sendiri tidak terjadi konsolidasi," kata Fadli.

Sementara itu, Fadli memastikan dalam minggu ini RUU Terorisme akan segera rampung dan segala permasalahan yang masih diperdebatkan akan dibicarakan secepat mungkin.

"Nah hal-hal yang outstanding atau yang belum selesai itu saya kira tinggal beberapa hal saja, termasuk menyangkut definisi. Itu yang kami dapatkan laporannya dari pimpinan pansus," ucapnya. 

Baca juga: Mantan Napiter: Saya Khawatir Jika Aman Abdurrahman Dihukum Mati

Definisi teroris hingga kini menjadi salah satu yang diperdebatkan, karena menurut DPR, dalam Undang-Undang perlu untuk mendefinisikan tindakan teror dan kategori teroris, karena tidak semua kejahatan dengan target banyak orang dikategorikan sebagai teroris.

"Orang tiba-tiba mempunyai senjata tapi tidak ada motif kemudian memberondong di sana. Itu kan tidak masuk atau tidak menyebut itu teroris. Karena tidak ada jaringan, tidak ada motif politik atau motif lainnya. Bisa saja orang dendam karena anaknya tidak masuk sekolah itu kemudian dia melakukan aksi teror seperti itu," jelasnya.

Diketahui, panitia khusus yang dibentuk DPR untuk merampungkan RUU Terorisme merupakan revisi dari Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003, tentang Penanganan Aksi Terorisme.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More