Forgot Password Register

Masih Sepi, Pedagang Tanah Abang Mulai Lesu

Masih Sepi, Pedagang Tanah Abang Mulai Lesu Toko penjual koko di Tanah Abang (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Penjualan baju Koko atau baju muslim yang lazim digunakan pria dinilai lesu. Hal ini disampaikan oleh para penjual baju Koko di Pasar Tanah Abang. 

Ahmad (39) salah satu penjual baju koko di blok A pasar Tanah Abang ini mengaku penjualan baju koko kian lesu. Ia menilai hal ini merupakan imbas dari melemahnya daya beli masyarakat.

"Daya beli kurang, bisa dibilang 2017-2018 turun 70 persen enggak seperti tahun- tahun sebelumnya," ujarnya saat dijumpai pantau.com di Tanah Abang, Jumat (18/5/2018).

Baca juga: 

Pria yang menjual baju koko baik grosir ataupun eceran ini menambahkan, tahun-tahun sebelumnya para pelanggan bisa menyetok barang sejak dua bulan sebelum ramadan, namun tahun ini baru dua minggu sebelumnya.

"Kalau enggak ada langganan sepi aja penjualan, langganan dari daerah tahun-tahun sebelumnya 2 bulan sebelumnya udah nyetok kalau sekarang paling dua minggu sebelum baru ramai," paparnya. 

Baju-baju di tokonya dibanderol dengan harga mulai Rp70.000 sampai Rp250.000. Ia menilai hal ini bukan hanya dirasakan oleh dirinya namun beberapa penjual lain juga merasakan hal yang sama.

"Sekarang gini masih sepi paling seminggu lagi mungkin ramai, kalau sekarng-sekarang gini aja dari pagi sepi, gak cuma disini semuanya (penjual) merasakan yang sama," ungkapnya.

Pantau.com mewawancarai pedagang baju koko lainnya yang berlokasi di blok C Tanah Abang. Syauqi (32), penjual baju koko ini juga mengeluhkan penjualan yang standar meski bulan Ramadan. 

"Rata aja kalo rame-rame, kalau sepi-sepi, penjualan bulan ramadan juga standar saja sih, paling yang beli yang udah langganan, biasanya beli buat dijual lagi, kalau koko standar, enggak kaya baju perempuan biasanya lebih rame," keluhnya.

Baca juga: 

Ia menjual baju koko dengan harga mulai Rp60.000 hingga Rp200.000. Ia juga mengatakan, tren penjualan baju koko tahun ke tahun kian melemah. 

"Biasa saja kalau bulan Ramadan juga, sekarang tambah susah, tahun-tahun lalu biasanya rame sekarang tambah susah," ungkapnya. 

Begitu juga Kevin (27) yang berjualan di toko Sultan Collection ini mengatakan penjualan baju Koko kian menurun. Ia juga menduga bahwa kurangnya daya beli masyarakat ini merupakan imbas dari pertunbuhan ekonomi yang tidak berkembang.

"Tahun ke tahun turun, lumayan besar pengaruh ekonomi saat ini, imbas perekonomian jadi rakyat kena," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More