Pantau Flash
Terang-terangan Bappenas Minta Fesyen Tanah Air Saingi Uniqlo
Ganjar Minta ASN Jateng Penganut Paham Radikal Segera Mengundurkan Diri
Kena PHP Donald Trump, Huawei Putuskan PHK Karyawan di AS
PN Jaksel Tolak Gugatan Perdata Kasus Pelecehan Seksual di JIS
Produk Kertas RI Melenggang Bebas dari Bea Masuk Anti-Dumping Korsel

Masih Soal Fintech, Ma'ruf Amin: Boleh Sepanjang Tidak Ada Riba, Lah Kok?

Masih Soal Fintech, Ma'ruf Amin: Boleh Sepanjang Tidak Ada Riba, Lah Kok? Mata uang rupiah (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01 Ma'ruf Amin mengungkapkan keuangan syariah di Indonesia saat ini sudah berkembang pesat. Kendati demikian perlu dipacu untuk mengikuti zaman. 

"Untuk lebih memacu perkembangannya itu perlu ada perbaikan dalam sistem penyelenggaraannya, kemudian juga inovasi produknya supaya lebih menghasilkan produk produk yang diminati masyarakat atau market friendly, ketiga adalah inovasi," ujarnya dalam acara Fintech Syariah Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Apa Fintech Haram? Ma'ruf Amin: Fintech Enggak Bertentangan dengan Ekonomi Syariah

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Nasional ini menambahkan, perkembangan teknologi keuangan atau financial techology saat ini kian pesat. Ma'ruf bahkan mengakui jika fintech saat ini menjadi tren keuangan dunia. 

"Sekarang ini fintek itu layanan teknologi digitalisasi yang menjadi tren dilakukan lembaga keuangan di seluruh di dunia," katanya. 

Oleh karena itu kata dia, seharusnya tren ini dapat diterapkan melalui keuangan syariah. Selama prakteknya dapat berjalan sesuai dengan cara yang syar'i. 

"Kemudian dewan syariah nasional melakukan pembahasan dan mengatakan boleh sepanjang tidak ada bunga tidak ada riba, gharar, maisir, manipulasi tidak ada," terangnya.

Baca juga: Janji Ma'ruf Amin Ingin Optimalkan Ekonomi Syariah Jika Jadi Wapres, Kelanjutan Fintech Syariah?

Melalui aturan yang ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kata dia, upaya ini dilakukan  untuk mempermudah pembiayaan terutama bagi orang-orang yang tidak terjangkau oleh perbankan.

"Supaya orang yang gak punya kantor kesulitan pembiayaanya bisa dimudahkan, digampangkan untuk orang yang memerlukan. Sehingga, dia dengan modal yang tidak terlalu besar bisa melakukan transaksi kegiatan keuangan syariah," ungkapnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi